Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
669

Meski Telah Diberi SP Tiga & Mangkir Lima Hari, MA Benarkan PHI Hukum Bayar Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) membenarkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang No. 37/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Smg tanggal 17 September 2015, yang menghukum PT. Sinar Abadi Indo Makmur untuk membayar uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan undang-undang sebesar Rp.27,1 juta, dan kekurangan upah sejak tahun 2012 hingga tahun 2014 sebesar Rp.10,4 juta.

Menurut MA dalam pertimbangan hukumnya pada Putusan No. 820 K/Pdt.Sus-PHI/2015, meskipun ditemui alat bukti adanya pemberian Surat Peringatan ketiga dan Harisanto telah tidak masuk bekerja selama lebih dari 5 (lima) hari berturut-turut tanpa keterangan yang sah, tetapi PHI Semarang tidak salah dalam menerapkan hukum.

“Bahwa berdasarkan alat bukti yang dipertimbangkan judex facti, pekerja yang telah dikenai SP III, dan kemudian tidak masuk kerja selama 5 hari kerja berturut-turut atau lebih, namun tidak ada panggilan masuk kerja atas kemangkiran tersebut sesuai ketentuan dalam Penjelasan Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003,” tandas Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution, Kamis (18/2/2016).

Sebelumnya, Harisanto yang telah bekerja sejak 21 Juni 2000, dengan gaji pokok sebesar Rp.525 ribu perbulan, tak terima dengan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Blok 17, No. 16-17, Jl. Gatot Subroto, Semarang tersebut, terhitung sejak Oktober 2014. Dalam surat gugatannya, Harisanto menuntut pembayaran uang pesangon sebesar Rp.44,5 juta, beserta kekurangan upah sebesar Rp.12,9 juta. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of