Type to search

Berita

PHI Anggap Pengumuman Bukan Sebagai Panggilan Bekerja

Share
Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)

Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)

Samarinda | Meskipun M. Amirullah, dkk (14 orang) terbukti tidak masuk bekerja selama lebih dari 5 (lima) hari berturut-turut, namun Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda menilai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT. Gazalda Nurida Shab pada bulan September 2014, tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum.

PHI beralasan, bahwa para pekerja tidak dapat dikualifikasikan mangkir. Sebab, dalam ketentuan Pasal 168 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, mensyaratkan terpenuhinya unsur panggilan bekerja secara patut dan tertulis sebanyak 2 (dua) kali, yang ditujukan kepada alamat pekerja sebagaimana yang dilaporkan kepada pengusaha, dengan tenggang waktu antara pemanggilan pertama dan kedua paling sedikit 3 (tiga) hari kerja.

Sedangkan, panggilan bekerja yang diterbitkan perusahaan adalah berupa pengumuman pada tanggal 16 dan 10 September 2014. “Majelis Hakim berpendapat, bahwa PHK yang dilakukan Tergugat kepada para Penggugat tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum,” ujar Hakim Timotius Djemey, Rabu (17/6/2015) lalu.

Dikarenakan PHK yang dilakukan perusahaan berlokasi di Jl. Sultan Hasanuddin, No. 17, Kec. Muara Badak, Kab. Kutai Kartanegara tidak sah, PHI dalam amar putusan bernomor 4/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Smg itu menghukum perusahaan untuk membayar sisa upah kontrak sebesar 13 (tiga belas) bulan upah,  senilai lebih dari Rp. 347 juta. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *