Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
416

Posita & Tuntutan Dianggap Tidak Singkron, PHI Nyatakan Gugatan Tidak Diterima

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tanjungkarang | Gugatan Handoko Pambudi Rahayu terhadap PT. Beno Farm Pharmaceutical Company, yang meminta dinyatakan putus hubungan kerja (PHK) oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (11/2/2016) dinyatakan tidak dapat diterima.

Majelis Hakim PHI beralasan, alasan gugatan yang didalilkan oleh Handoko pada awalnya adalah mempersoalkan masalah mutasi tempat kerja dari Palembang ke Banjarmasin. Namun, dalam tuntutannya meminta PHK. “Menimbang, bahwa meskipun Tergugat tidak mengajukan eksepsi, tetapi oleh karena gugatannya tidak jelas dan tidak singkron antara posita dan petitumnya, maka gugatan ini harus dinyatakan tidak dapat diterima,” ujar Hakim Mardison membacakan Putusan No. 21/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Tjk.

Meskipun gugatan Handoko diputuskan untuk tidak dapat diterima, namun Hakim Mardison mempunyai pendapat yang berbeda (dissenting opinion). Ia menilai, mutasi memanglah hak prerogatif perusahaan, tetapi pekerja dapat menolak mutasi dengan mekanisme yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Tindakan perusahaan yang berlokasi di Jl. Diponegoro, No. 37, Kel. Gulakgalik, Bandar Lampung tersebut, yang melarang Handoko masuk kerja dan tanpa membayar upah, dianggap oleh Hakim Mardison telah bertentangan dengan keajiban dan perundang-undangan. “Berdasarkan uraian dan alasan tersebut, maka seharusnya cukup beralasan hukum untuk mengabulkan gugatan sebagaimana diatur dalam Pasal 169 UU 13/2003,” tandasnya. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of