Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
433

Sambut Mayday, Pekerja Media Serukan ‘Berserikat Sebelum Dipecat’

Pekerja media yang tergabung dalam AJI ikut peringati Mayda, Minggu (1/5) di Jakarta.
Pekerja media yang tergabung dalam AJI ikut peringati Mayda, Minggu (1/5) di Jakarta.

Jakarta | Meski berjumlah hanya empat puluhan orang, pekerja media atau akrab dengan sebutan wartawan, yang terorganisir dalam Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI), menggelar peringatan Mayday sebagai hari buruh internasional dengan berunjuk rasa, Minggu (1/5) di Jakarta. Dengan membawa replika tangan menggenggam, dan spanduk bertuliskan ‘Jurnalis Jangan Tunggu PHK’, seolah-olah mereka ingin memberikan pesan kepada para jurnalis, untuk segera berserikat sebelum dipecat.

Selain AJI, pekerja media lain yang turut serta melakukan unjuk rasa adalah Serikat Karyawan INews TV Bersatu (SKIB). AJI menilai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), pasal kriminalisasi dalam UU tersebut harus dihapuskan, serta meminta Menkominfo untuk melakukan penataan digitalisasi penyiaran.

Tak hanya gedung Kementerian Informasi dan Komunikasi yang didatangi oleh AJI, mereka juga mendatangi Kantor Luhut Binsar Panjaitan di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan. Mereka meminta agar akses informasi di Propinsi Papua dibuka bagi wartawan. “Kami menuntut transparansi!,” ujar salah seorang pekerja media berorasi.

Dalam aksinya tersebut, AJI meminta adanya perhatian Pemerintah terhadap kesejahteraan para jurnalis, yang peranannya dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, haruslah dianggap sebagai penyampai suara rakyat yang menyuarakan kebenaran. “Soal kesejahteraan jurnalis, kami menuntut upah layak,” ujar Abdul Manan salah seorang pengurus AJI Indonesia. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of