Kamis, 21 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
449

Diputus Verstek, PHI Hukum Empat Perusahaan Bayar Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Palu | PT. Fairco Mitra Aneka Wood Industri Cabang Palu, PT. Jasuma Mitra Perkasa, PT. Fairco Mitra Aneka Wood Industri, dan Perusahaan Fairco Group dihukum untuk membayar uang pesangon kepada Herlin, Lespa Selfia, Nurhayani dan Eka Yustanita sebesar Rp. 116 juta lebih. Keempat perusahaan tersebut, dipandang oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Palu, sudah tidak terdapat lagi keharmonisan hubungan kerja.

Pasalnya, keinginan pengakhiran hubungan kerja terhadap Herlin, dkk menjadi alasan satu-satunya bagi Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Karsena, untuk menyatakan hubungan kerja terputus dengan disertai pembayaran uang pesangon. Pertimbangan hukum tersebut dinyatakan dalam Putusan No. 4/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pal, yang dibacakan pada Kamis (2/6/2016) lalu.

Perintah pembayaran uang pesangon didasari pada beralihnya status hubungan kerja Herlin yang semula dianggap oleh keempat perusahaan tempatnya bekerja, sebagai pekerja dengan hubungan kerja waktu tertentu (pekerja kontrak) menjadi pekerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap). Peralihan status tersebut, didasarkan pada bukti surat keterangan pengalaman kerja, yang menyatakan Herlin, dkk sebagai pekerja kontrak yang telah bekerja secara terus menerus antara 2 hingga 4 tahun.

Putusan PHI Palu yang meskipun diputuskan secara verstek (tanpa kehadiran Tergugat), setidaknya telah mengabulkan sebagian gugatan pemutusan hubungan kerja yang diajukan Herlin, dkk pada 28 Januari 2016 lalu. Namun, terhadap tuntutan Herlin berupa sita jaminan atas 1 unit mobil dan tanah beserta bangunan PT. Fairco Mitra Aneka Wood Industri Cabang Palu, yang beralamat di Jl. Raya Palu-Pantoloan tersebut, tidak dapat dikabulkan oleh Majelis Hakim.

Penolakan itu, didasarkan pada pertimbangan Majelis Hakim yang menilai Herlin, dkk tidak dapat membuktikan keabsahan objek yang diajukan sita sebagai milik PT. Fairco Mitra Aneka Wood Industri. Selain itu, Hakim juga berpendapat, bahwa nilai objek sita jaminan tidaklah sebanding dengan nilai gugatan yang telah ditetapkan oleh Pengadilan. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of