Sabtu, 23 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
527

Kurang Tepat Sebutkan Nama Perusahaan, Gugatan Tidak Dapat Diterima

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Surabaya | Gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diajukan oleh Anom Prawoto, Senin (16/5/2016) lalu dinyatakan tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya. Pasalnya, surat gugatan yang didaftarkan oleh Anom ke PHI Surabaya pada 26 Januari 2016 lalu, telah keliru dalam menyebutkan nama perusahaan yang ia jadikan sebagai Tergugat.

Dalam gugatan yang diregister dengan perkara No. 19/G/2016/PHI.Sby, Anom menggugat PT. Mega Auto Central Finance. Padahal menurut Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Jihad Arkanuddin, Anom berdasarkan Surat Pengangkatan bertanggal 1 Desember 2010 terbukti sebagai pekerja PT. Mega Central Finance. “Berdasarkan surat pengangkatan tersebut, Penggugat memiliki hubungan kerja dengan PT. Mega Central Finance, beralamat di Jalan Dr. Sutomo No. 1, Banyuwangi, Jawa Timur,” ujar Hakim Jihad.

Atas fakta hukum tersebut, PHI Surabaya berkesimpulan gugatan Anom haruslah dinyatakan tidak diterim (Niet Onvankelijke verklaard). Karena Anom dianggap telah keliru dalam menarik pihak yang ia gugat, sehingga menyebabkan gugatan menjadi error in persona.

Sebelumnya, Anom merasa diputuskan hubungan kerja secara sepihak sejak bulan Mei 2015. Ia yang selama bertugas pada bagian kolektor, merasa dipermainkan dan diperlakukan tidak adil. Meski dirinya dipindah tugaskan dari Banyuwangi ke Malang, namun ia tetap melaksanakan perintah tersebut dan memulia tugasnya di Malang. Akan tetapi setibanya ditempat kerjanya yang baru, justru ia mendapatkan absensi elektroniknya tidak ada. Sehingga ia kembali ke tempat kerjanya semula, namun ditempat tersebut, sudah tidak lagi tercantum namanya. (Yul)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
subrantas Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
subrantas
Guest
subrantas

Indonesia yang ANEHH,, Badan Hukum bukan Subjek Hukum