Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
435

Pekerja Tak Tanggapi Perintah Mutasi Karena via Telpon, Akhirnya di-PHK

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pontianak | PT. Air Mas Dunia Kencana memberikan perintah mutasi terhadap pekerjanya, Endang Sutriana melalui telepon. Sontak hal tersebut tidak ditanggapi oleh Endang, hingga akhirnya ia yang telah bekerja sejak tahun 1997 diputuskan hubungan kerja dengan kompensasi uang pesangon sebesar 3 (tiga) bulan upah, juga melalui telepon.

Merasa tak ada lagi jalan keluar atas persoalan PHK-nya yang telah melalui tahapan mediasi di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Endang kemudian menggugat perusahaan tempatnya bekerja yang berlokasi di Jl. Parit, Pontianak Tenggara itu, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pontianak.

Ia meminta agar PHI menghukum perusahaan untuk membayar hak-haknya berupa uang pesangon sebesar Rp. 43 juta. Selan itu, Endang juga menuntut perusahaan membayarkan kekurangan upah sejak tahun 2014 sebesar Rp. 14 juta lebih. Menanggapi gugatan dari pekerjanya, perusahaan berdalih telah memberikan surat perintah mutasi bertanggal 18 Januari 2015.

Terhadap dalil gugatan dan bantahan keduanya, Majelis Hakim PHI menilai tindakan Endang yang tidak lagi pernah masuk bekerja setelah tidak menanggapi mutasi dari perusahaan, tidaklah dapat dikualifikasikan telah mengundurkan diri. Akan tetapi, PHI berpendapat PHK dapat dilakukan dengan alasan pekerja telah melakukan pelanggaran disiplin, dan berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

“Menghukum Tergugat untuk membayar uang pesangon, cuti tahunan, tunjangan kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus sebesar dua puluh sembilan ribu dua ratus lima puluh empat ribu lima ratus rupiah,” ujar Hakim Jahoras Siringoringo, Senin (15/2/2016) lalu. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of