Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
420

PHI Jakarta dan Jambi Vonis Nol Rupiah Bagi Pekerja Mengundurkan Diri

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum PT. Benteng Persada Multindo membayar uang penggantian hak dan uang pisah kepada Muslim sebesar nol rupiah. Majelis Hakim PHI yang diketuai oleh Hakim Syahrul Machmud itu, menyatakan putus hubungan kerja keduanya terhitung sejak 9 Desember 2014, karena pekerja mengundurkan diri atas kemauan sendiri.

“Menimbang, bahwa Penggugat pada pokoknya mengakui sejak bulan Desember 2014 sudah tidak berstatus sebagai karyawan Tergugat,” ujar Hakim Syahrul, Senin (29/2/2016) lalu. Atas dalil tersebutlah, PHI Jakarta Pusat dalam amar putusannya No. 241/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Jkt.Pst, menolak tuntutan Muslim yang diajukannya melalui surat gugatan pada tanggal 23 September 2015.

Menurut PHI, pekerja yang terbukti mengundurkan diri atas kemauannya sendiri hanya berhak atas uang penggantian hak dan uang pisah. “Menimbang, bahwa Penggugat berhak atas uang penggantian hak yang besarnya didasarkan pada uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja, dan dalam perkara ini adalah nihil, maka besarnya uang penggantian hak yang menjadi hak Penggugat yang harus dibayarkan oleh Tergugat kepada Penggugat adalah sebesar lima belas persen dikali nol rupiah sama dengan nol rupiah,” tegas Hakim Syahrul.

Ditempat terpisah, Majelis Hakim PHI Jambi juga memberikan pertimbangan hukum yang sama, yaitu ketentuan Pasal 162 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003. Hakim Lucas Sahabat Duha menolak seluruh gugatan Ahmad Suhaimi terhadap PT. Prima Liga Mandiri Sukses. Pasalnya, Suhaimi dianggap mengundurkan diri karena mangkir, setelah dirinya tidak masuk bekerja selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut, atau sejak 27 Maret 2015.

“Majelis berpendapat uang penggantian perumahan dan pengobatan sebesar lima belas persen dari uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja, maka uang ini tidak didapatkan bagi yang mengundurkan diri, karena faktor perkaliannya yakni uang pesangon dikali uang penghargaan masa kerja sebesar nihil. Sehingga lima belas persen dikalikan nihil sama dengan nol”, ujar Hakim Lucas membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan No. 3/G/2016/PHI.Jmb, Kamis (7/4/2016). (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of