Kamis, 14 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
426

Selama Tiga Puluh Tahun Bekerja Dipecat Tanpa Pesangon, Buruh Ini Menggugat

Ilustrasi. (foto: tribunnews.com)
Ilustrasi. (foto: tribunnews.com)

Pontianak | Merasa diperlakukan tidak adil, seorang Anak Buah Kapal (ABK), Rudis menggugat perusahaan tempatnya bekerja di CV. Mapanga Raya pada 21 Januari 2016 lalu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pontianak. Rudis yang bekerja terhitung bulan Mei 1985, tak lagi dipekerjakan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Adisucipto, Pontianak itu, sejak 20 Juni 2015.

Rudis yang tak lagi diberikan upah sejak tidak dipekerjakan, menuntut agar dirinya dinyatakan putus hubungan kerja dengan perusahaan, dengan disertai pemberian uang pesangon sebesar Rp. 80,5 juta. Tak hanya itu, ia juga menuntut pembayaran upah proses selama 12 bulan, dan ganti rugi atas tidak diikutsertakan menjadi peserta jaminan sosial.

Terhadap dalil gugatan Rudis, Majelis Hakim PHI Pontianak berpendapat, keterangan saksi yang diajukan oleh perusahaan telah membuktikan adanya hubungan kerja antara para pihak. Yaitu, adanya perintah kerja berupa perintah berlayar dari perusahaan, adanya pekerjaan mengangkut pasir, dan adanya upah yang dibayar melalui sistem rit oleh perusahaan melalui nahkoda kapal. Sehingga tidak dibayarnya upah Rudis secara tepat waktu sejak Juni 2015, dapat dijadikan dasar untuk mengajukan pemutusan hubungan kerja sesuai Pasal 169 ayat (1) huruf c dan d Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

Dalam amar putusan No. 7/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Ptk., PHI Pontianak, Rabu (30/3/2016) menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar Rp. 72,4 juta, dan upah selama proses sebesar 3 bulan. Sedangkan tuntutan Rudis lainnya, yaitu berupa ganti rugi atas tidak diikutsertakannya dalam program jaminan sosial yang merupakan wewenang Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan untuk menghitungnya, tidak dapat ia buktikan. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of