Rabu, 13 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
421

Tak Lagi Pernah Diberikan Pekerjaan, PHI Nyatakan Putus Hubungan Kerja

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bengkulu | Dijualnya truk yang biasa digunakan Edi Suryanto dan Rizal Erlangga untuk mengangkut batu bara oleh perusahaan tempatnya bekerja, menyebabkan keduanya tidak lagi diberikan pekerjaan terhitung sejak Oktober 2015. Hal tersebut yang menjadi dasar persoalan, sehingga keduanya pada 16 Februari 2016 mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bengkulu.

Menurut kedua pekerja, PT. Ferto Rejang telah memutuskan hubungan kerja keduanya, meski tidak ada surat PHK. Dan mereka menuntut perusahaan yang berlokasi di Jl. Kalimantan, Rawa Makmur, Kota Bengkulu itu, membayar uang pesangon senilai lebih dari Rp. 120 juta. Serta meminta PHI Bengkulu untuk menetapkan besaran uang kompensasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar 68 bulan masa kerja.

Terhadap gugatan tersebut, Majelis Hakim PHI Bengkulu dalam pertimbangan hukumnya berpendapat, bahwa adanya dua fakta berupa sudah tidak lagi adanya perintah bekerja dan diterbitkannya surat pengalaman kerja, telah cukup untuk menyimpulkan telah terjadinya PHK secara sepihak dari perusahaan. Sehingga ketiadaan pekerjaan yang menjadi kewajiban para pekerja, dapat mengakibatkan PHK dihitung sejak pekerja tidak lagi dipekerjakan.

Atas pertimbangan demikian, PHI dalam amar Putusan No. 5/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Bgl, mengabulkan sebagian gugatan kedua pekerja. Sekaligus menghukum PT. Ferto Rejang untuk membayar uang pesangon, Tunjangan Hari Raya Keagamaan sejak tahun 2010 hingga tahun 2015, uang bonus dan penggantian premi BPJS Ketenagakerjaan, yang keseluruhannya berjumlah sebesar lebih dari Rp. 106 juta, demikian diucapkan oleh Hakim Cipta Sinuraya, Kamis (24/3/2016) lalu. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of