Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
431

Tak Penuhi Target Penjualan, PHI: Perusahaan Tak Wajib Bayar Ganti Rugi

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Surabaya | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bengkulu, menolak seluruhnya tuntutan Andi Satriawan atas ganti rugi pengakhiran hubungan kerja waktu tertentu sebesar Rp. 101 juta, yang dilakukan oleh PT. Tunas Mobilindo Perkasa. Sebab, Andi terbukti tidak dapat memenuhi target penjualan seperti yang telah disepakati dalam perjanjian kerja bertanggal 11 Mei 2015.

Menurut PHI, perusahaan yang berlokasi di Jl. Pangeran Natadirja, Bengkulu tersebut, di dalam Peraturan Perusahaan diberikan hak untuk memutuskan hubungan kerja apabila melakukan pelanggaran atau melalaikan kewajiban bekerja. Atas hal tersebut, PHI menilai, perusahaan dalam mengakhiri hubungan kerja dengan Andi, tidak memerlukan penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Lebih lanjut PHI menyatakan, pengakhiran hubungan kerja terhadap Andi tidak harus melalui pemberian peringatan pertama, kedua dan ketiga. Karena didalam perjanjian kerja kontrak telah dinyatakan, pengakhiran hubungan kerja dapat dilakukan apabila pihak pekerja tidak mencapai target produktifitas yang telah ditentukan.

“Menimbang, bahwa karena PHK yang dilakukan oleh Tergugat kepada Penggugat telah memenuhi ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 61 ayat (1) UU 13/2003, maka kewajiban membayar ganti rugi sebagaimana yang dimaksudkan pada pasal 62 tersebut, tidak dapat dibebankan kepada Tergugat,” ujar Hakim Diah Tri Lestari selaku Ketua Majelis Hakim dalam perkara yang diregister dengan No. 3/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Bgl, Selasa (29/3/2016) lalu. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of