Type to search

Berita

Tak Terbukti Ada Panggilan Bekerja, PHI Anulir Anggapan Mengundurkan Diri

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Medan | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, menilai anggapan PT. Garuda Mas Perkasa yang menyatakan Safrida Hanum, mengundurkan diri karena telah mangkir (tidak masuk bekerja tanpa keterangan) selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut atau lebih, tidak sah dan batal demi hukum.

Pasalnya, menurut Majelis Hakim PHI Medan yang memeriksa perkara pemutusan hubungan kerja atas gugatan Safrida, perusahaan tidak terbukti telah memanggil Safrida untuk bekerja kembali seperti biasa secara tertulis sebanyak 2 (dua) kali, sebagaimana syarat yang telah ditentukan dalam Pasal 168 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan dan uraian-uraian tersebut diatas, maka Majelis Hakim berkesimpulan bahwa tindakan Tergugat yang memutuskan hubungan kerja dengan Penggugat berdasarkan alasan karena Penggugat mangkir hingga dianggap mengundurkan diri, dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” ujar Hakim Saur Sitindaon selaku Ketua Majelis Hakim, Kamis (14/1/2016).

Terhadap hal tersebut, Hakim Saur berpedapat, secara prinsip perusahaan yang berlokasi di Jl.. KL Sudarso, Medan, wajib mempekerjakan kembali Safrida. Namun oleh karena perusahaan sudah tidak lagi menginginkan adanya hubungan kerja, yang apabila Safrida dipekerjakan kembali justru dikhawatirkan akan mempersulit posisinya, maka Majelis Hakim menyatakan hubungan kerja putus tanpa kesalahan terhitung sejak putusan dibacakan.

“Menghukum Tergugat untuk membayar hak-hak Penggugat berupa uang pesangon, penghargaan masa kerja, penggantian hak dan upah proses, sebesar Rp.86,7 juta,” tegas Hakim Saur membacakan amar putusan No. 208/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *