Type to search

Sekitar Kita

Wow!!! Bekerja di Kota Ini Tak Sampai Lima Jam Sehari

Share
Ilustrasi. (gambar: amrizky.blogspot.com)

Ilustrasi. (gambar: amrizky.blogspot.com)

Jakarta | Delapan jam kerja setiap hari dengan lima hari kerja di Indonesia ditambah pemberian cuti tahunan hanya 12 hari kerja setiap tahun, dirasakan masih relatif panjang dan dituding oleh sebagian pekerja hanya menguntungkan kaum pemodal (pengusaha). Berbeda dengan Indonesia, lima kota pada lima negara dibelahan dunia ini menerapkan jam kerja tak lebih dari lima jam setiap harinya.

Lyon, kota terbesar kedua Perancis yang terkenal sebagai pusat cokelat dan es krim ini, hanya mewajibkan pekerjanya bekerja selama 4,4 jam sehari. Tak hanya itu, kota tersebut juga memberlakukan cuti tahunan tanpa pemotongan upah selama 29 hari kerja dalam setahun. Selain Lyon, kota Moscow, Rusia juga hanya menerapkan jam kerja selama 4,5 jam sehari, dengan pemberlakuan cuti tahunan sebanyak 31 hari kerja.

Selanjutnya, ibukota Finlandia, Helsinki yang berbatasan dengan Rusia, menerapkan jam kerja hanya 4,6 jam kerja dengan 29 hari kerja cuti tahunan. Menyusul ibukota Austria, Wina, yang juga hanya memberlakukan jam kerja sebanyak 4,6 jam sehari dengan cuti tahunan sebanyak 27 hari. Terakhir adalah salah satu kota dinegara mode terbaik, Milan, Italia, yang menerapkan jam kerja sama dengan Helsinki dan Wina yaitu hanya 4,6 jam kerja.

Tak hanya persoalan jam kerja, upah di Indonesia juga selalu menjadi sorotan pemilik modal yang beranggapan upah buruh di Indonesia mahal. Padahal, rata-rata upah buruh di Indonesia ‎ sebesar US$ 174 per bulan ini, masih kalah dibandingkan dengan Vietnam yang telah mencapai US$ 181 per bulan. Kemudian juga kalah dengan Filipina sebesar US$ 204 per bulan, Thailand US$ 357 per bulan, Malaysia US$ 506 per bulan dan Singapura US$ 609 per bulan. (Haf)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *