Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
614

PHI Tanjungpinang Tolak PHK Alasan Kesalahan Berat

Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)
Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)

Tanjungpinang | Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang, menolak alasan pemutusan hubungan kerja (PHK) PT. Prostar Indonesia terhadap kedua pekerjanya, Roy Ferry dan Ferinati. Meski keduanya telah dilaporkan ke pihak kepolisian pada April 2015, namun alasan tersebut dinilai tidak cukup bukti untuk menyatakan PHK yang telah dilakukan sah dan tidak bertentangan dengan hukum.

Menurut PHI Tanjungpinang dalam putusannya bernomor 97/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Tpg, PHK yang dilakukan perusahaan kepada kedua pekerjanya justru bertentangan dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE. 13/MEN/SJ-HK/I/2005 tentang Putusan Mahkamah Konstitusi Atas Hak Uji Materil Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

“Alasan Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh Tergugat terhadap Para Penggugat karena adanya dugaan kecurangan atas keuangan perusahaan sesuai dengan laporan polisi yang dibuat Tergugat kepada Kepolisian adalah tidak sah demi hukum,” ujar Hakim Zulfadly, Rabu (27/4/2016) lalu. Terhadap pertimbangan hukum demikian, PHI Tanjungpinang menilai PHK yang dilakukan oleh perusahaan yang berlokasi di Kota Batam, Propinsi Kepulauan Riau tersebut, tidak mempunyai alasan yang cukup. Namun demikian, PHI menganggap hubungan kerja tidak lagi dapat dipertahankan.

“Bahwa meskipun PHK yang dilakukan Tergugat kepada Para Penggugat tidak sah, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa hubungan kerja antara Para Penggugat dengan Tergugat tidak akan kembali harmonis bila dilanjutkan. Maka penyelesaian yang realistis dan proporsional adalah PHK sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 164 ayat (3) Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” tegas Hakim Zulfadly. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of