Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
576

Dituding Kebanjiran Pekerja China, Hanif: Itu Hanya Data Insinuasi

M. Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan. (foto: surabaya.bisnis.com)
M. Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan.
(foto: surabaya.bisnis.com)

Jakarta | Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menolak jika dikatakan Indonesia saat ini sedang dibanjiri pekerja asing, khususnya dari negeri China. Menurutnya, orang Indonesia yang bekerja di China (Hongkong dan Macau) sekitar 169 ribu orang. Sedangkan, tenaga kerja asing yang berasal dari China di Indonesia hanya sebanyak 14 sampai 16 ribu orang dalam setahun ini.

Hanif mengatakan, bahwa jumlah pekerja asal Tiongkok sama dengan jumlah pekerja asing lainnya. “Pekerja asal Tiongkok sebagaimana pekerja asing lainnya mengalami fluktuasi tiap tahun, kadang naik dan turun,” terangnya, Minggu (17/7) pagi tadi. Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa jumlah pekerja Tiongkok sekarang ini hanya sebesar 20-22% dari seluruh jumlah pekerja asing yang jumlahnya sebanyak 70 ribuan di Indonesia.

“Bohong besar, jika dikatakan akan ada sepuluh juta pekerja asal Tiongkok masuk ke Indonesia,” tuturnya. Dari data yang ia miliki, adanya berita yang mengabarkan akan ada 10 juta pekerja dari China adalah angka insinuasi (baca: tuduhan tersembunyi). Menurutnya, jumlah 10 juta adalah data dari target kunjungan wisatawan mancanegara asal China, yaitu diantaranya di tahun 2016 ditargetkan sebanyak 2,1 juta orang, sedangkan di tahun 2017 sebanyak 2,5 juta orang, lalu di tahun 2018 sebanyak 2,8 juta orang dan di tahun 2019 sebanyak 3,3 juta orang.

Hanif juga menyebutkan, bahwa jumlah tenaga kerja asing di Indonesia menurun. Pada tahun 2011 terdata sebanyak 77 ribu pekerja asing, lalu jumlahnya menurun di tahun 2013 menjadi 68 ribu orang. “Sedangkan di tahun 2016 hingga bulan Juni, jumlah tenaga kerja asing mencapai 43 ribuan,” jelas Hanif. Jumlah pekerja asing di Indonesia berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kerja Indonesia di luar negeri, terangnya.

“Tenaga kerja Indonesia yang bekerja diluar negeri jauh lebih banyak. Di Hongkong ada 153 ribu TKI, Macau-China ada 16 ribu, dan di Taiwan 200 ribu,” papar Hanif. Ia juga menolak jika tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia menjadi pekerja kasar. “Pekerja asing hanya boleh menduduki jabatan tertentu, paling rendah tekhnisi,” sanggahnya. (HAF)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of