Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
444

MA Tolak Kasasi Buruh Penggugat Beras

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Setelah gugatan Khairul Sardi yang menuntut PT. Johan Sentosa memberikan beras sebanyak 540 kg beserta upah selama tidak dipekerjakan sebesar Rp.20 juta, dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. Kini, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang ia ajukan.

MA berpendapat, Khairul tidak merinci secara jelas waktu kejadian saat ia meminta izin untuk mengantar istrinya berobat. Sehingga, dirinya dianggap mangkir sejak 6 Nopember 2013, dan lalu meminta diberikan natura beras dan upah. “Oleh karena itu posita Pemohon Kasasi tersebut tidak singkron dan bertentangan antara satu sama lain karena itu gugatan Pemohon Kasasi menjadi tidak jelas,” ujar Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution selaku Ketua Majelis MA.

Dengan dasar pertimbangan tersebut, Kamis (18/2/2016), melalui putusan No. 732 K/Pdt.Sus-PHI/2015, MA menolak permohonan kasasi Khairul Sardi. Padahal, dalam alasan kasasinya, Khairul menyangkal telah dianggap mangkir. Sebab, kedua surat panggilan untuk bekerja yang dilayangkan perusahaan berlokasi di Kabupaten Kampar, Riau, dibuat pada hari yang sama pada tanggal 8 Nopember 2013.

Sebelumnya, PHI Pekanbaru telah menerbitkan putusan bernomor 8/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Pbr tanggal 29 Mei 2015, yang pada pertimbangannya, bahwa uraian posita Penggugat menjadi tidak sinkron dan bertentangan satu sama lain, sehingga rincian hak-hak Penggugat juga menjadi kabur dan tidak jelas. “Penggugat tidak pernah melampirkan bukti awal untuk mendukung tuntutannya tersebut, serta Penggugat juga tidak merinci secara jelas upah dan beras kapan yang dituntutnya tersebut, dengan demikian terhadap tuntutan provisi Penggugat tersebut haruslah dinyatakan di tolak,” jelas Hakim Masrul selaku Ketua Majelis Hakim PHI Pekanbaru. (HAF)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of