Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
650

Mengundurkan Diri Tanpa Prosedur, PHI Hukum Perusahaan Bayar Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Medan | Kendati Edi Susilo telah membuat dan mengajukan surat pengunduran diri kepada PT. Belawan Indah sejak 20 Oktober 2015, namun Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan menyatakan surat tersebut tidak sah dan tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Surat pengunduran diri Edi, dianggap Majelis Hakim PHI Medan tidak memenuhi seluruh syarat kumulatif yang telah ditentukan dalam Pasal 162 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. “Bahwa benar Penggugat mengajukan surat pengunduran diri atas kemauan sendiri kepada Tergugat, akan tetapi oleh karena secara prosedur pengunduran diri Penggugat tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 162 ayat (1) huruf a dan c, maka surat pengunduran diri Penggugat kepada Tergugat haruslah dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” ujar Hakim Saur Sitindaon, Senin (7/3/2016) lalu.

Meski demi hukum, pengunduran diri yang diajukan Edi kepada perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Medan, Kota Medan itu dinyatakan batal. Namun, PHI Medan menilai, baik pihak pekerja dan pengusaha telah menghendaki adanya pemutusan hubungan kerja, sehingga hubungan kerja keduanya dinyatakan berakhir dengan pemberian kompensasi pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan undang-undang.

“Menghukum Tergugat untuk membayar hak-hak Penggugat berupa pesangon, penghargaan masa kerja, penggantian hak, upah yang belum dibayar dan upah selama proses perkara yang diperhitungkan total sebesar Rp.78,2 juta,” jelas Hakim Saur membacakan amar putusan dalam perkara yang teregister dengan nomor 230/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn itu. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of