Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.152

PHI Nyatakan Sopir Truck Sebagai Pekerjaan Tetap

Ilustrasi. (gambar: cyberspaceandtime.com)
Ilustrasi. (gambar: cyberspaceandtime.com)
Ilustrasi. (gambar: cyberspaceandtime.com)

Pekanbaru | Melalui pertimbangan hukum dalam Putusan No. 12/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pbr, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru mengabulkan seluruh gugatan Rino Chandra terhadap PT. Wira Beton Mix. Rino yang kesehariannya bekerja sebagai sopir truck mixer, dinilai PHI sebagai pekerjaan yang terus menerus, bersifat tetap dan tidak ada hubungannya dengan produk baru.

Selain itu, Majelis Hakim PHI Pekanbaru yang diketuai oleh Hakim Yuzaida, berkesimpulan bahwa perjanjian kerja kontrak yang ditanda-tangani oleh Rino atas perintah perusahaan yang berlokasi di Jl. Juanda, Pekanbaru tersebut, dilakukan sebanyak 4 (empat) kali, yaitu pada tanggal 15 Juli 2011, 15 Juli 2012, 15 Oktober 2013 dan 15 Oktober 2014.

“Menimbang, faktanya perjanjian kerja waktu tertentu antara Penggugat dengan Tergugat terjadi berulang-ulang, dan pekerjaan yang dilakukan Penggugat sebagai Supir adalah pekerjaan yang terus menerus, bersifat tetap serta tidak berhubungan dengan produk baru, sehingga perjanjian kerja tersebut bertentangan dengan Pasal 59 ayat (1) dan (4) UU Ketenagakerjaan, dengan demikian perjanjian kerja waktu tertentu tersebut adalah batal demi hukum,” ujar Hakim Yuzaida, Kamis (31/3/2016) lalu.

Atas pertimbangan tersebut, PHI menetapkan status hubungan kerja Rino dengan PT. Wira Beton Mix adalah sebagai pekerja tetap. Selain itu, berakhir hubungan kerja keduanya atas alasan kontrak telah jatuh waktu pada 16 Oktober 2015, dinyatakan batal demi hukum. Namun demikian, Hakim Yuzaida berpendapat, adanya keinginan Rino yang dapat menerima pemutusan hubungan kerja, menjadi dasar bagi PHI untuk menyatakan putus hubungan kerja keduanya.

“Menimbang, bahwa atas pemutusan hubungan kerja tersebut, maka Penggugat berhak untuk mendapatkan hak-haknya berupa uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) dan petitum Penggugat dapat dikabulkan,” tegas Hakim Yuzaida. (YUL)

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of