Type to search

Berita

PHI: Penurunan Jabatan Tak Boleh Kurangi Upah

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Denpasar | Tak terima dikurangi upah dan dihilangkan tunjangan pulsanya, Sally Fabiola Yvette, menggugat PT. Dewata Seminyak ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Denpasar. Sally keberatan dengan penurunan jabatannya dari semula sebagai Direktur Sales & Marketing, menjadi Front Desk Assistance.

Sally berdalih, bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 809 K/Pdt.Sus/2009, alasan penurunan jabatan akibat dari tidak tercapainya target merupakan alasan yang tidak dapat dibenarkan. Oleh karenanya, melalui surat gugatan yang diregister dengan perkara No. 3/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Dps, ia menuntut PHI agar menyatakan penerbitkan Surat Keputusan No.  01/SK/HRD/XII/2015, tanggal 15 Desember 2015 mengenai penurunan jabatan atau demosi dirinya adalah tidak sah dan harus dibatalkan.

Terhadap dalil demikian, PHI Denpasar menilai, Sally terbukti telah tidak mencapai target dan terjadi penurunan performa kinerja. “Oleh karena itu petitum gugatan Penggugat yang menuntut agar pemberian Surat Peringatan dinyatakan tidak sah dan dibatalkan, menurut Majelis Hakim tidak beralasan hukum dan karenanya harus ditolak,” ujar Hakim I Made Pasek, Selasa (28/6/2016) lalu.

Selain itu, terkait dengan tindakan adanya pengurangan upah dan tunjangan pulsa, akibat penurunan jabatan yang dilakukan perusahaan yang berlokasi di Jl. Sunset Road, Kuta, Bali tersebut. PHI berpendapat tindakan perusahaan telah melampaui apa yang diperjanjikan, sehingga tuntutan terhadap kekurangan upah dan tunjangan pulsa sejak Desember 2015 hingga Maret 2016, beralasan hukum untuk dikabulkan.

“Menghukum Tergugat untuk membayar kekurangan upah dan tunjangan pulsa Penggugat sejak tanggal 16 Desember 2015 sampai dengan tanggal 29 Maret 2016 sejumlah Rp.57 juta,” terang Hakim I Made Pasek membacakan amar putusan.  (YUL)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *