Type to search

Sekitar Kita

Sosiolog: Investasi Tanpa Libatkan Penduduk Lokal, Rugikan Kesejahteraan Rakyat

Share
Musni Umar saat sedang menyampaikan keterangan ahli di Mahkamah Konstitusi.

Musni Umar saat sedang menyampaikan keterangan ahli di Mahkamah Konstitusi.

Konawe | Pembangunan pabrik Feronikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang digadang-gadangkan akan mengalahkan PT. Aneka Tambang (Persero) sebagai perusahaan terbesar di Indonesia, dinilai tak akan membawa manfaat peningkatan kesejahteraan bagi rakyat. Hal demikian dikatakan oleh Musni Umar, Sosiolog, Rabu (13/7).

Menurutnya, rakyat tidak akan memperoleh apa-apa dari adanya pembangunan perusahaan tersebut. Sebab, penduduk setempat tidak dilibatkan dalam tahapan pembangunannya. Ia juga mengandaikan, apabila penduduk lokal diikutsertakan dalam pembangunan, maka mereka mempunyai penghasilan yang dapat digunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya dan berbelanja. “Rakyat mendapat manfaat ekonomi dan sosial, kalau dilibatkan di dalam setiap investasi di daerah mereka untuk bekerja. Dengan bekerja di pabrik yang dibangun, mereka mendapatkan penghasilan,” ujar Doktor Sosiolog lulusan National University of Malaysia itu.

Pada awalnya, Musni sangat menyambut positif kehadiran investor China. Namun tidak dilibatkannya penduduk lokal, sangat melukai perasaannya selaku putra daerah dari kabupaten pecahan Kota Kendari tersebut. Tak hanya dirinya yang sempat melakukan protes, tetapi juga penduduk lokal setempat yang akhirnya memaksa pembangunan pabrik dihentikan selama hampir 3 (tiga) bulan.

Kejadian tersebut, dipicu oleh penggunaan tenaga kerja dari China untuk membangun smelter dan pabrik, bahkan peralatan bangunannya-pun didatangkan dari China melalui kapal laut yang bersandar langsung di dermaga yang dibangun oleh perusahaan itu. “Sebagai sosiolog dan orang yang lahir dan besar di Konawe, Sulawesi Tenggara, saya amat prihatin dengan investasi model semacam itu, karena sejatinya kehadiran investor asing harus memberi peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah,” tutup Musni yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta itu. (HF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *