Type to search

Berita

Hasil Tes Urine Terbukti Gunakan Narkoba, MA Salahkan PHI

Share
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. (foto: storyza.wordpress.com)

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. (foto: storyza.wordpress.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai pertimbangan hukum Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Mataram, yang menyatakan PT. Newmont Nusa Tenggara tidak dapat membuktikan jika pekerjanya telah mengkonsumsi narkoba di tempat kerja, dan berpengaruh langsung terhadap kinerjanya, sehingga tak patut untuk diputuskan hubungan kerja, adalah keliru dan telah salah dalam menerapkan hukum.

Menurut Majelis Hakim Kasasi MA yang beranggotakan Hakim Agung Zahrul Rabain, Dwi Tjahjo Soewarsono dan Fauzan, narkoba adalah perusak bangsa. Oleh karenanya, PHI Mataram seharusnya tidak mempermasalahkan, apakah narkoba itu dikonsumsi di tempat kerja maupun di luar tempat kerja atas hasil tes urine dari medical check up. Selain itu, PHI Mataram juga dianggap telah salah menafsirkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 12/PUU-I/2003.

“Bahwa Judex Facti telah salah menafsirkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 12/PUU-1/2003, karena pada pokoknya putusan Mahkamah Konstitusi tersebut hanya melarang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak dan seharusnya melakukan PHK melalui proses peradilan, dan dalam hal ini Penggugat (baca: perusahaan) telah melakukannya,” ujar Hakim Agung Zahrul membacakan pertimbangan hukum dalam putusan kasasi bernomor 289 K/Pdt.Sus-PHI/2016.

Terhadap alasan hukum tersebut, MA mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh perusahaan. “Mengadili sendiri. Menyatakan Tergugat terbukti melanggar ketentuan disiplin dalam Pasal 54, tipe A, ayat (5) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Newmont Nusa Tenggara,” lanjut Zahrul, Kamis (26/5/2016) lalu. (HAF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *