Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
999

Korban Koreksi Tahun Kelahiran di Paspor, Bebas dari Penjara

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Hongkong | Sunarmi adalah satu-satunya korban koreksi data Paspor yang menolak mengaku bersalah dan bebas. Sementara 14 (empat belas) korban lainnya dipenjara dan 2 (dua) korban lainnya diberi peringatan. Setelah melalui proses hukum yang cukup lama akhirnya Keputusan Pengadilan Negeri  Sha Tin Hong Kong, membebaskan Sunarmi dari dakwaan memberikan keterangan palsu setelah tahun kelahiranya di  Paspor dibetulkan oleh KJRI Hongkong pada tahun 2015 lalu.

“Persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Sha Tin Hong Kong dari tanggal 24-25 Agustus 2016 berlangsung menegangkan, beberapa saksi didatangkan antara lain petugas Imigrasi Wan Chai dan Kowloon Bay serta penerjemah Indonesia yang mewawancarai Sunarmi saat ditangkap. Atas saran pengacaranya, Sunarmi juga menjadi saksi untuk membuktikan dirinya tidak bersalah,” ujar Maesaroh juru bicara JBMI.

Ia menjelaskan bahwa Pengacara Sunarmi, Mr. Lo Chi Hung, membacakan pembelaan, bahwa dokumen yang dimiliki Sunarmi dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia dan dipercaya kebenarannya. Bukti pendukung yang dimiliki oleh Sunarmi adalah KTP Indonesia yang menunjukan dia kelahiran tahun 1978.

Menurut Maesaroh, hingga detik ini pemerintah Indonesia masih belum memberi kepastian hukum bagaimana buruh migran yang datanya dipalsukan PJTKI tidak akan dikriminalisasikan di Hong Kong. Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI), terus memperjuangkan sosialisasi terbuka terkait aturan ini dan dampaknya serta jalan keluar untuk bebas dari kriminalisasi, terang Maesaroh.

 “Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) menyambut gembira keputusan Pengadilan Negeri Shatin, atas bebasnya Sunarmi dari dakwaan, pembebasan Sunarmi adalah berkat kegigihannya untuk tidak menyerah dan pendampingan penuh JBMI dan Mission for Migrant Workers,” pungkasnya.

“Alhamdulillah akhirnya perjuangan yang panjang dan melelahkan ini membuahkan hasil yang manis,” ucap Sunarmi setelah persidangan selesai.

Sunarmi mengucapkan terima kasih kepada JBMI dan Mission For Migrant Workers yang selama ini mendampingi dan juga telah memberikan tempat tinggal sementara di Bethune House. Selain itu Sunarmi juga menyampaikan terima kasihnya buat seluruh teman-teman yang mendukung dia dan memperjuangkan korban koreksi data paspor. (JAR)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of