Type to search

Sekitar Kita

Masih Bayar Gaji Dibawah UMP, KAHA Dituding Langgar UU Ketenagakerjaan

Share
Wisma KAHA. (foto: kaha.co.id)

Wisma KAHA. (foto: kaha.co.id)

Jakarta | Dituding bayar upah pekerja hanya Rp.2,4 juta dari besaran minimum upah yang diperbolehkan di Jakarta Tahun 2016 sebesar Rp.3,1 juta, PT. Karya Harapan (KAHA) diduga langgar sejumlah pasal dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Meski telah memberikan tunjangan prioritas sebesar Rp.160 ribu dan ticketing sebesar Rp.40 ribu perbulan, namun komponen tunjangan tersebut tidak dapat menggenapkan besaran upah minimum yang harus dibayar KAHA.

Selain itu, perusahaan tour dan travel yang mempunyai kantor cabang di Jl. KH. Abdullah Syafi’ie, Jakarta tersebut, juga tidak mengikut-sertakan seluruh pekerjanya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal itu terbukti dari tidak adanya pemotongan iuran BPJS Kesehatan sebesar 1% yang menjadi tanggungan pekerja dalam slip pembayaran gaji.

Keterlambatan pembayaran upah yang beberapa kali terjadi di perusahaan yang mengaku memiliki 58 perwakilan tersebut, menjadi keluhan para karyawan. Mereka sempat khawatir dengan pembayaran upah bulan Juni, yang baru dibayarkan pada 20 Juli 2016 kemarin, atau dapat dikatakan telah selama lebih dari dua minggu. Upaya melaporkan ke Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Selatan-pun telah dilakukan, malahan sudah dilakukan investigasi ke perusahaan, namun hingga akhir Juli kemarin tidak ada perubahan, terutama besaran upah.

Dalam surat terbuka yang diterima redaksi buruhonline.com, Senin (15/8) pagi tadi, mereka menyatakan ungkapan rasa syukurnya karena masih bekerja, tetapi tidak menghendaki adanya keterlambatan pembayaran gaji lagi. Sebab, mereka takut diusir dari kontrakan dan motornya dirampas oleh debt-kolektor. Lebih lanjut, mereka berdoa agar pimpinan perusahaan mereka senantiasa mendapatkan perlindungan, kesejahteraan dan berkehidupan yang berbahagia. Do’a itu mereka panjatkan dengan keikhlasan dan penuh dengan suasana ketertindasan, seraya berharap mendapatkan ganti yang berlipat ganda di akhirat nanti. (HAF)

3 Comments

  1. Kacung 8 September 2016

    Sakit bgt kerja diPHPin terus ama tuh perusahaa , gaji ga seberapa kerja kaya org kesetanan

    Balas
  2. Seseorang 8 September 2016

    Artikel yang bagus & kisah nyata.

    Gali lebih dalam banyak fakta yang kasat mata

    Balas
  3. Funcha 8 September 2016

    Gw sendiri aja sebagai bekas karyawan disana masih sakit hati ama tuh perusahaan…

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *