Type to search

Berita

Mengundurkan Diri Bukan Kemauan Diri Sendiri, Pekerja Berhak Atas Pesangon

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Jakarta | PT. Petrodrill Manufaktur Indonesia diperintahkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, kepada Indra Kusumawidjaya Tjondronegoro sebesar Rp.125,9 juta.

Dalam putusan yang dibacakan Senin (25/7/2016) lalu, Binsar Gultom selaku Ketua Majelis Hakim menyatakan batal demi hukum surat pengunduran diri yang dibuat oleh Indra pada 24 Oktober 2015. Alasannya adalah karena pengunduran diri Indra bukanlah atas kemauan diri sendiri. “Menimbang, bahwa karena pengunduran diri yang dibuat oleh Penggugat bukan atas kemauan sendiri, tetapi berdasarkan janji/bujukan/rayuan pemberian pesangon (bersyarat) dari Tergugat, maka untuk mengakhiri hubungan kerja harus tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Binsar.

PHI menemukan fakta, bahwa pada tanggal 3 November 2015, Indra dijanjikan untuk diberikan uang pesangon melalui pesan Whats App, apabila masalah administrasi dan kendaraan inventaris yang dipinjam pakai Indra telah diserahkan kepada perusahaan. Namun setelah syarat yang diberikan tersebut pada 6 Nopember 2015, perusahaan yang berlokasi di Lodan Center, Ancol, Jakarta Utara itu hanya bersedia memberikan uang tali asih sebesar Rp.10 juta.

Tak terima dengan perlakuan perusahaan, Indra mengaku bersedia mengundurkan diri karena adanya bujuk rayu dan intimidasi. Sehingga, ia melalui kuasa hukumnya pada 6 April 2016 mengajukan tuntutan dalam surat gugatan yang diregister oleh PHI Jakarta Pusat dengan perkara No. 97/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Jkt.Pst, berupa sejumlah uang sebesar Rp.335,8 juta, serta meminta diletakkan sita jaminan terhadap tanah dan bangunan perusahaan. (YUL)

1 Comment

  1. uswadi garteks 23 Agustus 2016

    Terima kasih atas informasinya saya semakin bertambah ilmu.saya ada pertanyaan di pabrik saya banyak karyawan yang sudah berstatus kerja tetap/karyawan tetap yang di paksa mengundurkan diri karena di paksa oleh managemen dengan alasan dokumen pada waktu melamar bekerja palsu.yang saya tidak habis fikir knpa dokumen palsu itu baru ketahuan sekarang setelah karyawan tersebut bekerja sekian lama sampai berstatus karyawan tetap.rata2 sudah 4-5 tahun.apakah pengundura diri cara
    tersebut di benarkan mohon pencerahan

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *