Type to search

Sekitar Kita

Permintaan Hakim Ad-Hoc PHI ke MK Dapat Menjadi Ancaman Serius

Share
Logo Hakim.

Logo Hakim.

Jakarta | Dianggap akan menjadi ancaman yang serius bagi para pekerja yang akan, atau sedang mencari keadilan melalui lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial, permohonan judicial review yang kini sedang diperiksa oleh Mahkamah Konstitusi dalam perkara No. 49/PUU-XIV/2016, mendapatkan kritikan pedas dari praktisi hukum ketenagakerjaan, Timboel Siregar.

Ia menganggap, adanya keinginan yang datang dari kedua Hakim Ad-Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), yaitu Mustofa dan Sahala Aritonang, kurang tepat. Timboel mencatat ada 5 (lima) hal yang membuat ia menyimpulkan kekurang tepatan tersebut. Yaitu, pertama, akan menutup proses kaderisasi Hakim Ad-Hoc dari tingkatan pekerja maupun pengusaha. Yang kedua, peran pengawasan serikat pekerja dan pengusaha terhadap kinerja Hakim Ad-Hoc yang semula didasarkan atas usulan mereka, menjadi hilang karena keberlanjutan menjadi Hakim Ad-Hoc adalah tugas Ketua Mahkamah Agung (MA).

Yang ketiga, lanjut Timboel, sangat berpotensi terjadinya kolusi dengan Ketua MA agar masa tugasnya mereka diperpanjang hingga usia pensiun antara 62 hingga 67 tahun. Keempat, Hakim Ad-Hoc cenderung akan berperilaku koruptif, dan kemungkinan besar kaum pekerja kalah serta menjadi objek pemerasan pengusaha. Kelima, permohonan tersebut akan menciptakan ketidak-adilan bagi Hakim pada lembaga peradilan lain yang juga mempunyai batasan masa tugas Hakim yaitu hanya dapat dipilih kembali menjadi Hakim sebanyak satu kali lagi untuk masa kerja 5 (lima) tahun.

Timboel juga menyatakan, para Hakim Ad-Hoc seharusnya tidak perlu khawatir jika tidak lagi terpilih. Sebab, negara telah memberikan jaminan penghidupan dan pekerjaan yang layak sebagaimana konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945. “Jangan takut nganggur bro,” celotehnya melalui catatan singkatnya, Selasa (23/8) siang. (HAF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *