Type to search

Buruh Migran

Setibanya di Indonesia, ABK Dituntut Ganti Rugi Tiket Pesawat

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Jakarta | Bagai sudah jatuh tertimpa tangga, pepatah lama tersebutlah yang pantas menggambarkan kondisi yang dialami Samsul, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada sektor Anak Buah Kapal (ABK). Setelah dirinya tiba di Indonesia dan hendak mengambil dokumen serta uang jaminan, justru pihak PT. Alinda Prima Sentosa membebankan dirinya untuk mengganti pembelian tiket pesawat sebesar Rp. 9 juta yang ia gunakan untuk pulang ke Indonesia.

Sontak Samsul menolak, ia minta dipulangkan ke Indonesia bukan tanpa alasan. Dirinya dan ketujuh rekannya diminta untuk kembali ke laut dengan Kapal Ming Mann Hsiang 18, berbendera Taiwan. Yang menurutnya, ia diperintahkan Kapten Kapal untuk kembali menangkap ikan di perairan Maurutius, Afrika, dengan kapal yang seharusnya memiliki ABK paling sedikit 14 hingga 17 orang. Sehingga, dirinya menolak jika melaut dengan 8 (delapan) ABK.

“Saya tidak sanggup bekerja, karena hanya delapan orang saja yang akan dipekerjakan di atas Kapal tersebut, padahal minimal kapal tersebut dipekerjakan sebanyak 14 atau 17 orang  ABK,” ujar Samsul, Kamis (18/8/2016) kemarin, seusai melaporkan pihak perusahaan ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), di Jl. Jend. MT. Haryono, Jakarta.

Samsul meminta BNP2TKI memanggil perusahaan yang berlokasi di Cimanggis, Depok itu. Sebab ia yang berasal dari Sumbawa Barat sejak pertengahan Januari 2016 lalu, telah melakukan kewajibannya bekerja selama 6 (enam bulan) bekerja, tepatnya hingga tanggal 25 Juli 2016. Kepulangannya ke tanah air adalah karena beban kerja yang terlalu berat. Sebab hanya dikerjakan oleh delapan ABK dari yang seharusnya lebih dari 14 orang ABK, tuturnya. (JAR)

Hits: 0

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *