Kamis, 12 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3.858

Tak Ada Jeda Selama Dua Kali Perpanjangan Kontrak, Status Pekerja Menjadi Tetap

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pekanbaru | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, menyatakan perjanjian kerja kontrak yang dibuat antara PT. Bormindo Nusantara dengan Franklin Horas Mustafa, demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau sebagai pekerja tetap. Hal demikian dikatakan Hakim Amin Ismanto dalam pembacaan putusan perkara No. 13/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pbr, Kamis (14/4/2016) lalu.

Dalam pertimbangan hukumnya, PHI menemukan fakta adanya perpanjangan perjanjian kerja kontrak sebanyak 2 (dua) kali, yaitu pada 25 Desember 2012 setelah perjanjian kontrak pertama tanggal 27 September 2012 selesai, lalu dilanjutkan dengan perpanjangan kedua pada 25 September 2013. Menurut Majelis Hakim, ketiadaan jeda sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah perpanjangan kontrak pertama adalah pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 59 ayat (6) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

“Majelis berpendapat, bahwa setelah dilakukan 2 kali perpanjangan PKWT antara Penggugat dan Tergugat tanpa diberikan jeda sekurang-kurangnya 30 hari, sesuai UU No. 13 Tahun 2003 pasal 59 ayat (6) dan ayat (7), maka perjanjian kerja tersebut demi hukum berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau Karyawan Tetap,” ujar Amin.

Atas pertimbangan hukum tersebut, selain menetapkan status Mustafa menjadi pekerja tetap PT. Bormindo yang berada di Jl. Raya Duri, Dumai itu, PHI Pekanbaru juga menyatakan pemutusan hubungan kerja haruslah disertai dengan pembayaran uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), dan uang penghargaan massa kerja serta uang penggantian hak sesuai Pasal 156 yat (3) dan ayat (4) UU 13/2003, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.28,8 juta. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of