Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
729

Tak Benar Sebutkan Besaran Gaji, Gugatan Tidak Dapat Diterima

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Gorontalo | Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gorontalo, menyatakan gugatan Nilda Tantu terhadap PT. Multi Nabati Sulawesi Unit Maleo tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). Nilda dianggap keliru dalam menyebutkan besaran gaji yang menjadi dasar tuntutan perhitungan uang pesangon di dalam surat gugatannya.

Menurut Majelis Hakim yang beranggotakan Hakim Aris Bawono Langgeng, Bayu Lesaman Taruna dan Sarinah Marhaeni Bakari, terdapat 3 (tiga) nilai upah yang disebutkan Nilda dalam surat gugatannya. Yaitu sebesar Rp.4.484.503,- perbulan, sebesar Rp.4.379.503,- perbulan, dan sebesar Rp.4.290.903,- perbulan.

“Menimbang, bahwa Majelis berpendapat, gugatan Penggugat dalam butir 3 (tiga), mengenai rincian komponen serta jumlah komponen upah yang dijadikan dasar oleh Penggugat untuk menghitung pesangon, tidak cukup relevan dengan uraian-uraian yang telah dikemukakan, sehingga gugatan Penggugat menjadi kabur,” urai Hakim Aris membacakan pertimbangan hukum dalam perkara yang diregister dengan No. 8/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Gto.

Lebih lanjut Hakim Aris menyatakan, bahwa Nilda telah diberikan kesempatan untuk memperbaiki gugatannya, namun tidak dipergunakan. “Menimbang, bahwa ketika gugatan dibacakan, Penggugat menyatakan tetap pada gugatannya dan tidak ada perbaikan atau perubahan terhadap gugatan tersebut,” tukasnya, Senin (30/5/2016) lalu.

“Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, Majelis Hakim berkesimpulan gugatan Penggugat tidak memenuhi syarat formil suatu gugatan, khususnya antara jumlah dan rincian komponen yang dijadikan dasar oleh Penggugat untuk menghitung pesangon, oleh karena itu gugatan Penggugat haruslah dinyatakan tidak dapat diterima atau Niet Onvankelijke verklaard,” tegas Hakim Aris. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of