Selasa, 17 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
815

Tak Tuntut PHK Tidak Sah, Gugatan Ketua Serikat Pekerja Tidak Dapat Diterima

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bandung | Setidaknya PT. Rahayu Santosa dapat bernafas lega, setelah gugatan yang ditujukan terhadap dirinya oleh Taat Rusnaryoko, dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Majelis Hakim yang beranggotakan Pranoto, Eko Wahyudi dan Harris Manalu, mengabulkan eksepsi perusahaan selaku Tergugat, yang meminta agar gugatan Taat dinyatakan tidak memenuhi syarat formil, karena tidak jelas dan kabur.

Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim menilai, dalil gugatan Taat yang menyatakan tidak dapat menerima pemutusan hubungan kerja secara sepihak pertanggal 27 Maret 2015, tidak dibarengi dengan permintaan dalam petitum gugatan, agar PHK sepihak yang dilakukan perusahaan dinyatakan tidak sah serta batal demi hukum. Selain itu, Taat juga tidak mencantumkan tuntutan dalam pokok perkara, agar memerintahkan perusahaan untuk mempekerjakan kembali dirinya.

Lebih lanjut Majelis Hakim menyatakan, tuntutan Taat agar upah selama tidak dipekerjakan dibayarkan hingga putusan dalam perkaranya berkekuatan hukum tetap, menjadi tidak berlogika. Sebab, tuntutan upah dapat dipertimbangkan untuk dikabulkan, jika terlebih dahulu dijatuhkan pernyataan PHK yang dilakukan perusahaan tidak sah. “Artinya darimana jalannya jika hubungan kerja tidak ada tapi meminta pembayaran upah,” ujar Hakim Pranoto, Kamis (3/3/2016) membacakan pertimbangan hukum dalam perkara yang diregister dengan No. 243/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu.

Taat terpaksa mengajukan gugatan ke PHI Bandung pada 16 Desember 2015 lalu, lantaran dirinya sebagai Ketua Serikat Pekerja di perusahaan yang berlokasi di Jl. Jakarta – Bogor, KM. 48, Cibinong tersebut, diputuskan hubungan kerja dengan alasan sering meninggalkan lokasi kerja. Taat menganggap hal tersebut merupakan tindakan penghalang-halangan kegiatan berserikat. Sebab, ketidakhadiran dirinya adalah dalam rangka membela kepentingan anggotanya yang di-PHK, dan bersidang di PHI Bandung sejak Agustus 2014. (HAF)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of