Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
793

Tidak Digaji Ribuan Dolar, Empat ABK Lapor ke BNP2TKI

Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.
Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.

Jakarta | Tak dibayar gajinya sejak Desember 2013 hingga Juli 2015, sebanyak 4 (empat) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Anak Buah Kapal (ABK), mengadukan nasibnya ke Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), di Jl. Jend. MT. Haryono, Jakarta, Jum’at (12/8/2016) lalu. Menurut Suyanto, Kuasa Hukum dari keempat ABK tersebut, kliennya meminta pihak BNP2TKI untuk memanggil PT. Pamutawar yang berdomisili di Jakarta Timur.

Ia menjelaskan, selama  20 (dua puluh) bulan bekerja di kapal penangkap ikan, keempat TKI yang berasal dari Kabupaten Cilacap tersebut, kerap mengalami kekerasan dari kapten kapal. Tak hanya itu, Suyanto juga menuturkan adanya perlakuan diskriminasi terhadap ABK asal Indonesia. Menurutnya, mereka diberi makanan yang tidak layak, dan fasilitas yang lebih buruk dari ABK asal negara lain.

Para ABK sudah pernah mendatangi pihak PT. Pamutawar, namun hanya diberikan penjelasan jika pihaknya belum menerima pembayaran gaji dari pihak agency di luar negeri, terang Suyanto. “Mereka seharusnya sudah menerima gaji sebanyak seribu dolar selama bekerja dua puluh bulan,” ujar Suyanto. Gaji tersebut seharusnya sudah dibayarkan pihak agency setiap bulan sebesar $50, ketika para ABK masih berlayar di kapal.

Sebelumnya, kasus tersebut telah ditangani oleh lembaga swadaya masyarakat, namun setelah lebih dari setahun, kasus tersebut tidak terselesaikan. “Kasus ini sudah satu tahun ditangani oleh LSM, tetapi sampai saat ini hasilnya nihil, padahal para ABK ini sangat berharap bahwa gajinya akan keluar,” pungkasnya. (JAR)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of