Sabtu, 23 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
660

Melamar CPNS Tanpa Ijin Dianggap Mengundurkan Diri, MA Batalkan Putusan PHI

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Ketentuan keharusan Nurhadi yang ingin melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), terlebih dahulu mengajukan ijin paling lambat sebulan sebelumnya, yang jika tidak ditaati akan dianggap oleh Rumah Sakit Santa Theresia sebagai sebuah pengunduran diri, akhirnya dinyatakan bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan oleh Mahkamah Agung (MA).

“Bahwa karyawan yang ingin melamar Pegawai Negeri Sipil (CPNS) minimal 3 (tiga) bulan paling lambat 1 (satu) bulan harus mengajukan permohonan ijin, apabila tidak dilakukan maka karyawan telah dianggap mengundurkan diri, ketentuan tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujar Hakim Agung Irfan Fachruddin.

MA menilai Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jambi tidak cukup mempertimbangkan ketentuan Pasal 111 ayat (2) UU 13/2003. Dimana ketentuan tersebut, menyatakan segala ketentuan dalam Peraturan Perusahaan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.  Alasan demikian yang pada akhirnya, membuat MA membatalkan Putusan PHI Jambi Nomor 03/G/2015/PHI.Jmb bertanggal 28 Mei 2015. [Baca: Ikut Mendaftar Tes CPNS Tanpa Ijin, PHI: PHK Tanpa Pesangon]

Dalam putusan bernomor 522 K/Pdt.Sus-PHI/2015, MA mengubah putusan PHI Jambi yang semula menolak gugatan Nurhadi. RS Santa Theresia yang berlokasi di Jl. Dr. Soetomo, Kota Jambi itu, dihukum untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, dan kekurangan upah bulan Oktober 2014. “Menghukum Tergugat untuk membayar sejumlah uang kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus sebesar Rp.88,9 juta,” tutur Irfan. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of