Type to search

Berita

Baru di-PHK Setelah Jalani Pidana Penjara, MA: PHI Tidak Salah Pekerjakan Kembali

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Jakarta | Tindakan Perusahaan Air Minum Kabupaten Bengkalis yang memutuskan hubungan kerja secara sepihak terhadap M, dengan alasan telah menjalani hukuman pidana selama 5 (lima) bulan, dinyatakan Mahkamah Agung (MA) bertentangan dengan prinsip ata kesalahan yang sama tidak dapat dikenakan sanksi kedua kalinya.

“Bahwa pemutusan hubungan kerja dikenakan setelah pekerja menjalani hukuman pidana penjara, sehingga patut tidak dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip atas kesalahan yang sama tidak dapat dikenakan sanksi yang kedua kalinya,” ujar Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution membacakan pertimbangan hukum dalam perkara yang terdaftar dengan No. 386 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Selasa (14/6/2016) lalu.

Terhadap pertimbangan hukum tersebut, MA menolak permohonan kasasi dari perusahaan yang berlokasi di Wonosari Timur, Bengkalis itu. “Mengadili. Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: Perusahaan Air Minum Kabupaten Bengkalis tersebut,” tegas Mahdi.

Menurut MA, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru tidak salah dalam menerapkan hukum, sehingga Putusan No. 48/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Pbr tanggal 15 Desember 2015, yang memerintahkan perusahaan untuk mempekerjakan kembali dan membayar upah selama tidak dipekerjakan sebesar Rp.31,6 juta, tidak bertentangan dengan hukum. (YUL)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *