Type to search

Berita

Hanya Mogok Kerja Sehari, MA Putuskan Hubungan Kerja Berakhir

Share
Ilustrasi. (gambar: skalanews.com)

Ilustrasi. (gambar: skalanews.com)

Jakarta | Kendati Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah menolak gugatan PT. Suzuki Indomobil Motor, namun akhirnya Mahkamah Agung (MA) menyatakan hubungan kerja dengan Saefudin, dkk (3 orang) tidak lagi beralasan hukum untuk dilanjutkan. Demikian pertimbangan hukum dalam putusan perkara yang diucapkan pada Selasa (31/5/2016) lalu itu, oleh Hakim Agung Yakup Ginting, di Gedung MA, Jakarta.

MA menilai tindakan ketiga pekerja tersebut, tidak terbukti telah membujuk teman sekerja untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang. Akan tetapi, tindakan mogok kerja spontan yang dilakukan Saefudin, dkk pada 17 Desember 2014, tidaklah dapat dibenarkan.  “Menimbang bahwa pekerja melakukan mogok tidak memenuhi tata cara dalam ketentuan perundang-undangan, maka perbuatan Pekerja tidak dibenarkan, oleh karenanya tidak beralasan hukum hubungan kerja terus berlanjut,” ujar Ginting.

Berdasarkan Putusan No. 378 K/Pdt.Sus-PHI/2016, MA berpendapat Putusan PHI Jakarta Pusat, No. 144/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Jkt.Pst tanggal 4 Nopember 2015, haruslah dibatalkan. Dan hubungan kerja dapat dinyatakan putus dengan alasan disharmonis, sekalipun mogok kerja spontan dilakukan hanya 1 (satu) hari. “Bahwa menimbang mogok kerja hanya sehari, hubungan kerja hanya dapat dinyatakan putus dengan alasan disharmonis, dan para pekerja berhak atas uang kompensasi 2 kali uang pesangon, tanpa upah proses,” ungkap Ginting.

“Mengadili sendiri, menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan para Tergugat sejak putusan judex juris diucapkan,” lanjutnya dengan didampingi oleh Hakim Anggota lainnya, yaitu Horadin Saragih dan Fauzan. (HAF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *