Type to search

Berita

Ini Akibatnya Jika Kontrak Kerja Tidak Tertulis

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Pekanbaru | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, menghukum UD. Milek Jaya, untuk membayar secara tunai kepada Resy Anriani Napitupulu berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar Rp.31,3 juta. Meski status badan usahanya hanya berbentuk Usaha Dagang (UD), tetapi jika hendak mempekerjakan tenaga kontrak, diharuskan membuat perjanjian kerja.

“Menimbang, bila dihubungkan dengan Pasal 53 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, maka tidak adanya Perjanjian Kerja antara Penggugat dengan Tergugat, merupakan kelalaian dan tanggungjawab dari Tergugat. Oleh karena itu, Majelis Hakim berpendapat bahwa hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat, dinyatakan sebagai hubungan kerja dengan sifat Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau permanen,” ujar Hakim Amin Ismanto, Rabu (1/6/2016) lalu.

Atas pertimbangan tersebut, dan keinginan Resy yang tidak lagi berkehendak untuk melanjutkan hubungan kerja, akhirnya Majelis Hakim PHI Pekanbaru melalui putusan bernomor 24/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pbr, menyatakan putus hubungan kerja keduanya, dengan disertai kewajiban pembayaran uang pesangon oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Air Hitam, Pekanbaru itu.

Resy yang bekerja sejak Juli 2012, sebagai administrator tersebut, diberhentikan oleh perusahaan, yang juga dibarengi dengan pemberian uang kompensasi melalui transfer bank sebesar Rp.4 juta. Tak terima karena diputuskan hubungan kerjanya, menuntun Resy untuk mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke PHI Pekanbaru. (YUL)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *