Type to search

Berita

Ini Dasar Hukum PHI Surabaya Tetapkan Batas Usia Pensiun

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Surabaya | Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya yang beranggotakan Hakim Jihad Arkanuddin, Wahyu Hartono dan Budhy Prathamo, mengabulkan gugatan Suparno alias Gimin terhadap PT. Langgeng Makmur Industri itu untuk seluruhnya. “Mengadili. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat karena usia pensiun terhitung sejak putusan perkara ini diucapkan,” ujar Hakim Jihad Arkanuddin, Senin (13/6/2016) lalu.

Hakim Jihad mendasarkan pertimbangannya tersebut pada ketentuan Pasal 15 ayat (1) dan ayat (4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015. “Menimbang, bahwa oleh karena saat ini Penggugat sudah berusia 63 tahun 11 bulan, dimana telah melebihi batas maksimum usia pensiun yang ditentukan, serta mengingat kondisi fisik Penggugat sudah menurun, maka merujuk Pasal 15 ayat (1) dan ayat (4) PP 45/2015, Penggugat berhak mengajukan pensiun dari pekerjaannya,” terangnya membacakan putusan dalam perkara No. 37/G/2016/PHI.Sby.

Suparno yang telah bekerja sejak Agustus 1976 itu, pada awalnya mengalami kondisi kesehatan yang terus menurun, lemahnya tenaga, kurangnya pendengaran dan penglihatan, ia jadikan sebagai dasar permohonan pensiun kepada perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Mojokerto, Sidoarjo itu.

Didalam gugatannya, Suparno mendalilkan fakta atas kondisinya yang sudah tidak mungkin dipaksakan untuk bekerja, sehingga demi menjaga keselamatan jiwa dan keamanan perusahaan, serta untuk menghindiri hal-hal yang tidak di inginkan atau kejadian yang lebih fatal, maka yang bersangkutan memohon kepada perusahaan untuk pensiun.

“Menghukum Tergugat untuk membayar hak-hak Penggugat secara tunai sebesar Rp.148,7 juta,” ucap Hakim Jihad. (HAF)

2 Comments

  1. eko 10 September 2016

    Pekerja ini sudah bekerja kurang lebih 40 tahun, mendapat hak 148,7 juta. Apa sudah benar hitungannya Pak Hakim …Bagaimana cara menghitung haknya Pak ?

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *