Type to search

Berita

MA Ubah Putusan PHI, Upah Proses 10 Juta Dihilangkan

Share
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)

Jakarta | Kendati Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi PT. PG Gorontalo, namun dalam amar Putusan No. 788 K/Pdt.Sus-PHI/2015, MA menghilangkan amar putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gorontalo, yang telah menghukum perusahaan untuk membayar upah kepada Udin Ali Nai terhitung sejak Desember 2014 hingga Juli 2015, sebesar Rp.10,6 juta.

“Bahwa namun demikian putusan Pengadilan Hubungan Industrial yang juga menghukum Tergugat membayar upah proses kurang memberikan rasa keadilan sebagaimana dimaksud ketentuan dalam Pasal 100 UU 2/2004, sehingga harus dihilangkan karena pengakhiran hubungan kerja oleh Tergugat a quo semula didasarkan karena berakhirnya masa kerja yang diperjanjikan,” ujar Hakim Agung Yulius, Selasa (8/3/2016) lalu.

Sebelumnya, Udi terpaksa menggugat perusahaannya yang berlokasi di Desa Gandaria, Tolangohula, Gorontalo tersebut, ke PHI Gorontalo. Ia menuntut agar perusahaan memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, akibat dari pemutusan hubungan kerja yang dilakukan sejak awal Desember 2014. Meski dipekerjakan dengan perjanjian kerja kontrak, namun Udi merasa kontrak kerja yang ia tanda-tangani sejak 5 tahun yang lalu telah melanggar syarat-syarat Pasal 59 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

Terhadap gugatan Udi, PHI Gorontalo pada 9 Juli 2015, melalui Putusan No. 9/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Gto, menghukum perusahaan membayar uang kompensasi pesangon beserta uang cuti tahunan sebesar Rp.12,8 juta. Selain itu, PHI juga menghukum perusahaan untuk membayar upah Desember 2014 hingga putusan PHI dibacakan. (YUL)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *