Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
977

Putusan Verstek di-Kasasi, MA Nyatakan Tidak Dapat Diterima

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menyatakan permohonan kasasi dari PT. Bandar Meriah, tidak dapat diterima. Hal demikian diputuskan, lantaran Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan putusan verstek (tanpa kehadiran Tergugat), atas perkara pemutusan hubungan kerja terhadap Abed Nego Panggabean dan Rayani Purba.

Dalam putusan bernomor 177/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn bertanggal 18 Nopember 2015, perusahaan yang berlokasi di Jl. Nibung Raya, Medan Petisah, Kota Medan itu, dinyatakan telah dipanggil untuk menghadiri persidangan namun tidak hadir, sehingga dijatuhi hukuman untuk membayar uang pesangon kepada Abed sebesar Rp.56,6 juta, dan kepada Rayani sebesar Rp.57,4 juta.

Terhadap Putusan PHI Medan, perusahaan pada 28 Desember 2015 melalui pemerantaraan kuasanya, mengajukan permohonan keberatan ke MA, atas penetapan besaran uang pesangon yang telah diputuskan PHI. Sebab, keduanya diduga telah melakukan tindakan pembelian sawit hasil pencurian, namun tidak pernah terbukti dimuka persidangan akibat ketidakhadiran ia sendiri.

“Bahwa keberatan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena putusan judex facti adalah putusan verstek, sehingga sesuai Pasal 153 RBg, upaya hukum Tergugat yang dihukum verstek adalah upaya verzet atau perlawanan, sehingga dengan demikian upaya kasasi dari Pemohon Kasasi harus dinyatakan tidak dapat diterima,” ujar Hakim Agung Yakup Ginting saat membacakan Putusan dalam perkara No. 478 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Kamis (28/7/2016) lalu. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of