Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
748

Tak Ada Panggilan Kerja, Perusahaan Tak Bisa Kualifikasi Mengundurkan Diri

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Surabaya | Setelah dianggap sebagai pelaku pencurian, akhirnya Herry Santoso diputuskan hubungan kerjanya dengan kualifikasi mangkir oleh PT. Multi Arthamas Glass Industry, terhitung sejak bulan Desember 2013 lalu. Herry yang merasa diperlakukan tidak adil, membawa persoalan perselisihan pemutusan hubungan kerja tersebut, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya.

Menurut Majelis Hakim yang beranggotakan Hakim Jihad Arkanuddin, Wahyu Hartono dan Budhy Prathamo, tindakan Herry yang didalilkan oleh pengusaha sebagai pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja sesuai Pasal 168 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, adalah keliru.

Sebab dalil bantahan perusahaan, tidak disertai dengan adanya bukti panggilan kerja kepada Herry untuk hadir serta bekerja. Sedangkan sebaliknya, Majelis Hakim menilai ketidak-hadiran Herry adalah akibat adanya larangan bekerja dari perusahaan. “Majelis Hakim tidak menemukan adanya bukti surat panggilan kerja dan tidak masuknya Penggugat tersebut, karena dilatarbelakangi adanya larangan dari Tergugat. Maka dengan demikian Majelis Hakim dapat menyimpulkan, bahwa Penggugat dalam perkara ini tidak dapat dikualifikasikan mengundurkan diri,” ujar Hakim Jihad, Senin (30/5/2016).

Terhadap fakta hukum tersebut, PHI Surabaya dalam amar putusannya No. 22/G/2016/PHI.Sby, menghukum perusahaan yang berlokasi di Jl. Kedung Baruk Tengah, Surabaya itu, untuk membayar secara tunai kepada Herry berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak, serta upah proses selama 6 (enam) bulan, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.48,4 juta. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of