Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.226

Terbukti Menggunakan Narkoba, PHI & MA Anggap Bukan Kesalahan Berat

Ilustrasi. (gambar: poskotanews.com)
Ilustrasi. (gambar: poskotanews.com)
Ilustrasi. (gambar: poskotanews.com)

Jakarta | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan dan Mahkamah Agung (MA), satu suara dalam menyatakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT. Soci Mas terhadap YA, dengan kualifikasi bukan sebagai kesalahan berat. Menurut MA, meski YA terbukti menggunakan narkoba, tetapi patut dan adil jika diputuskan hubungan kerja dengan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja serta uang penggantian hak.

Disisi lain, MA tidak sependapat dengan Putusan PHI Medan Nomor 112/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn bertanggal 23 Nopember 2015, yang menetapkan pemberian uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2). Sebab, menurut MA, tindakan YA merupakan pelanggaran serius dilingkungan kerja yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama.

“Sanksi sebagai akibat dari pelanggaran PKB tersebut harus mengacu kepada Pasal 161 ayat (1) dan (3) UU 13/2003, oleh karenanya patut dan adil hubungan kerja diputus, dan Penggugat mendapatkan kompensasi pesangon dan hak lainnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 161 ayat (3) dan upah proses 6 bulan,” tutur Hakim Agung Yakup Ginting membacakan pertimbangan hukumnya dalam putusannya bernomor 476 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Kamis (28/7/2016) lalu.

Sebelumnya, PT. Soci Mas yang berada di Kawasan Industri Medan, Kabupaten Deli Serdang itu, keberatan dengan Putusan PHI. Lantaran dirinya diganjar hukuman untuk memberikan uang pesangon. Padahal menurut dalil permohonan kasasinya ke MA, tindakan YA beresiko tinggi terhadap keselamatan bagi pekerja lain, termasuk YA sendiri yang telah bekerja selama 17 tahun itu. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of