Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.630

Walau Surat Dokter Hanya Foto Copy, MA Pertimbangkan Sebagai Bukti

Ilustrasi. (foto).
Ilustrasi. (foto).
Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang menyatakan Setiadi Harsoyo berakhir hubungan kerja dengan PT. Denso Indonesia, dengan kualifikasi mengundurkan diri. Alasan PHI Bandung memutuskan hubungan kerja dengan alasan tersebut, lantaran Setiadi hanya mampu memberikan bukti berupa foto copy Surat Keterangan Dokter (SKD) atas sakit yang ia derita, yang menyebabkan dirinya tidak masuk bekerja seperti biasa.

Berbeda dengan penilaian MA, yang justru mempertimbangkan sebaliknya. Menurut MA, Setiadi tidak akan dapat memperlihatkan bukti asli dari SKD. Sebab, bukti asli tersebut justru ada pada perusahaan, karena telah diserahkan oleh Setiadi ketika dirinya tidak masuk bekerja. “Bahwa judex facti salah dalam mempertimbangkan bukti Surat Keterangan Sakit tanggal 4 Desember 2014 dengan pertimbangan hanya foto copy. Pertimbangan tersebut salah, karena bukti asli ada di perusahaan,” ujar Hakim Agung Irfan Fachrudin membacakan pertimbangan hukum dalam perkara No. 284 K/Pdt.Sus-PHI/2016, Selasa (21/6/2016) lalu.

Terhadap pertimbangan tersebut, MA menilai, Setiadi berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, atas pengakhiran hubungan kerja terhadap dirinya oleh perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Bekasi itu. “Mengadili. Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: Setiadi Harsoyo tersebut,” terang Irfan.

Dengan dikabulkannya permohonan kasasi, maka Putusan PHI Bandung No. 207/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg tanggal 12 Januari 2016, haruslah dibatalkan. “Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar kompensasi PHK kepada Penggugat Rekonvensi sebesar Rp.73,1 juta,” tandas Irfan membacakan amar putusan. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of