Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
714

Banyak Perusahaan Tutup, SP KEP Tekan Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri

Massa dari FSP KEP KSPI Gresik, duduk dihadapan kawat berduri Gedung Grahadi, Surabaya.
Massa dari FSP KEP KSPI Gresik, duduk dihadapan kawat berduri Gedung Grahadi, Surabaya.

Gresik | Dianggap lebih tinggi dari Malaysia dan Thailand, Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SP KEP) Jawa Timur mendesak Pemerintah Pusat dan Daerah, untuk segera menurunkan harga gas industri. Menurut Ketua SP KEP Kab. Gresik, Sunandar, harga gas industri saat ini sebesar US$ 9 per mmbtu merupakan salah satu faktor penyebab industri keramik menunda gaji pekerjanya hingga menutup perusahaan.

“Rencananya kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada Gubernur Jawa Timur pada Senin esok (17/10), karena kami tidak ingin banyak investor yang lari dari Indonesia, kamipun tidak ingin banyak terjadi pemecatan di perusahaan akibat tingginya harga gas,” ujar Sunandar, Sabtu (15/10) kemarin sesaat setelah mengikuti gelaran diskusi seluruh pengurus SP KEP pada tingkat perusahaan.

Lebih lanjut Sunandar menjelaskan, saat ini harga gas domestik yang dibeli oleh industri keramik US$ 9 per mmbtu, sedangkan untuk Malaysia dan Thailand sekitar US$ 5 per mmbtu. Menurutnya, selain harga gas yang akan dijadikan tuntutan, tingginya tarif dasar listrik industri juga akan diusung oleh serikat yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu.

“Kami juga meminta upah minimum tahun 2017 agar ditetapkan sebesar Rp.3,7 juta per bulannya,” pungkasnya. (JAR)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of