Type to search

Berita

Begini Cara Buruh Paksa Pengusaha Yang Tak Mau Jalankan Putusan PHI

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Surabaya | Habis sudah kesabaran Nurhasan dan Malik terhadap PT. Sri Rejeki Mobilindo, tempat dulu mereka bekerja. Meski sudah mengantongi Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya No. 88/G/2009/PHI.Sby, yang kemudian dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 107 K/Pdt.Sus/2010, namun hak-haknya atas uang pesangon lebih dari Rp. 3,1 miliar itu tak kunjung dibayar.

Bahkan somasi yang dilayangkan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Wilayah Jawa Timur, sebagai naungan organisasi keduanya, juga tak dihiraukan oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Tambakrejo, Pasuruan itu. Akhirnya, melalui kuasa hukumnya, Nurhasan dan Malik beserta kawan-kawannya yang lain, mendaftarkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang melalui Pengadilan Niaga Surabaya.

Dalam amar Putusan No. 03/PKPU/2014/PN.Niaga.Sby tanggal 18 Juni 2014, Pengadilan Niaga menyatakan PT. Sri Rejeki Mobilindo pailit dengan segala akibat hukumnya. Dan mengangkat Kurator yang saat awal telah ditunjuk oleh Nurhasan dan Malik, untuk melakukan pengurusan serta pemberesan harta milik perusahaan guna melaksanakan putusan PHI yang telah berkekuatan hukum tetap.

Selain Nurhasan dan Malik, kendati tanpa didampingi serikat pekerja, puluhan pekerja PT. Banteng Pratama Rubber juga menggunakan cara yang tidak jauh berbeda. Setelah dimenangkan oleh PHI Bandung, Mohamad Sofyan, dkk mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Dalam permohonan yang diregister dengan No. 48/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN.Niaga.Jkt.Pst, akhirnya perusahaan yang berada di Jl. Pahlawan, Bogor tersebut, menjalankan putusan PHI Bandung seluruhnya. (HAF)

1 Comment

  1. mposport 24 Januari 2019

    Makasi, infonya sangat bermanfaat. Saya pembaca setia di blog ini.
    Kontennya bener-bener joss…

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *