Type to search

Buruh Migran

BNP2TKI, antara Harapan dan Kekecewaan TKI

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Jakarta | Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) kecewa dengan pelayanan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Pasalnya, menurut data yang dimiliki SPILN, sejak Januari 2015 hingga Oktober 2016, tercatat ada 30 TKI ABK yang kasusnya sampai saat ini masih menggantung di BNP2TKI.

Banyak kasus TKI pelaut yang telah dilaporkan ke BNP2TKIakan tetapi BNP2TKI dinilai tidak maksimal menyelesaikannya. Diantaranya, 4 ABK yang sudah mengadu ke bagian pengaduan Crisis Center  BNP2TKI sejak tanggal 12 Agustus 2016 lalu, BNP2TKI baru melayangkan surat pangilan dua kali ke perusahaan perekrutan. Keempat ABK tersebut berasal dari Kabupaten Cilacap, yang telah diberangkatkan oleh PT. Sinar Jaya Makmur Sentosa pada pertengahan Desember 2013 ke Singapura, dan sebagian gaji mereka sampai saat inipun belum mereka terima.

“Ini membuktikan, bahwa BNP2TKI sama sekali tidak memiliki standar pelayanan, sehingga dipandang tidak tegas kepada pihak perusahaan yang diadukan oleh si pelapor,” ujar pengurus SPILN, Sujarwo di Jakarta, Sabtu (1/10/2016) kemarin.

Padahal, lanjutnya, TKI pelaut jauh-jauh dari kampung halaman datang ke kantor BNP2TKI untuk meminta perusahaan dipanggil guna keperluan mediasi dan mencari solusi penyelesaian, namun BNP2TKI tidak pernah memberi kepastian, katanya. (JAR)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *