Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.768

Derita TKI Ilegal yang di Penjara Akibat Iming-Iming Calo

Ilustrasi. (gambar: koranmuria.com)
Ilustrasi. (gambar: koranmuria.com)

Malaysia | Nasib malang seolah tiada henti menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Derita itu kini menghampiri Lailiy, TKI asal Kabupaten Sumenep, Madura itu, kini sudah empat bulan mendekam di sel tahanan Jelebu Seremban, Malaysia. Laliliy sebelum bertolak dari tanah air, termakan iming-iming calo yang pada akhirnya memutuskan untuk berangkat bekerja di Malaysia.

Menurut penuturan dari Dewi Kholifa selaku Ketua  Human Trafficking Watch (HTW) yang beraktifitas sebagai Pemantau Perdagangan Manusia di Malaysia, menceritakan kisah Laily yang telah berada di Malaysia selama dua tahun lebih dan kerap berpindah-pindah pekerjaan. Laily juga pernah bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah kotor perhari RM 45, dan hampir tak pernah punya kepastian kerja setiap harinya. Sebab, dirinya hanya bekerja serabutan, ya jika ada pekerjaan maka ada gaji, tutur Dewi.

“Ditangkapnya Laily sejak 23 Juni lalu, karena tidak memiliki dokumen lengkap sebagai TKI. Saat itu, tepatnya di rumah kongsi yang dijadikan tempat tinggal dan berdekatan dengan tempat kerjanya itu, di grebek oleh petugas Imigrasi Seremban,” ujar Dewi kepada buruh-online.com.

Dewi juga menuturkan, bahwa untuk membebaskan Laily, pihak keluarganya harus membayar denda ke Pengadilan sebesar RM 10 ribu, atau jika di kurs ke rupiah maka kurang lebihnya sekitar Rp.31 juta. “Tetapi kita dari tim (HTW) akan mengupayakan pendampingan dan kini masih menunggu keputusan dari Pengadilan,” pungkas Dewi. (JAR)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of