Type to search

Sekitar Kita

Dipaksa Bayar Mahal Energi Industri, Buruh Jadi Korban

Share
Masa aksi yang tergabung dalam FSP KEP se-Jawa Timur.

Masa aksi yang tergabung dalam FSP KEP se-Jawa Timur, Senin (17/10).

Surabaya | Masa aksi yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSP KEP) se-Jawa Timur, kembali menggelar aksi di depan gedung Grahadi Senin, (17/10) kemarin. Mereka menuntut pemerintah untuk menurunkan harga gas industri dan tarif dasar listrik yang saat ini paling tinggi, yaitu sebesar US$ 9-12 mmbtu dibanding negara-negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia dan Thailand yang hanya sekitar S$ 4-5 mmbtu.

Dalam orasinya, perwakilan buruh, Marsanto meminta kepada pemeritah untuk sesegera mungkin menangani masalah gas dan tarif dasar listrik. Hal ini harus dilakukan, jika tidak ingin menambah lagi jumlah penganguran, karena saat ini sejumlah perusahaaan keramik di Jawa Timur sudah melakukan penundaan pembayaran gaji karyawannya, akibat harga energi industri yang mahal.

Kedatangan para buruh ditemui oleh Kadisnaker Provinsi Jawa Timur, Sukardo, Perwakilan Gubernur Jawa Timur, Jhonathan, Pihak BPJS Kesehatan, serta Perwakilan dari Dinas ESDM Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, pihak buruh diwakili oleh Iskandar Zulkarnaen, yang menyampaikan tentang tingginya harga gas yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup usaha.

“Banyak pekerja yang kini tidak lagi dibayar upahnya bahkan dipecat, karena pengusaha lebih mementingkan membayar gas sebagai sumber energi yang tidak bisa ditunda pembayarannya kepada Pemerintah,” tegas Iskandar. Ia juga memperingatkan kepada Pemerintah Jawa Timur, untuk segera menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur yang nantinya dinilai dapat melindungi produk-produk Jawa Timur dari serbuan produk cina yang harganya jauh dibawah harga pasar. (JAR)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *