Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.004

Diputus Bayar Pesangon, PHI Tetap Jatuhkan Hukuman Uang Paksa

Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)
Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)

Padang | Tak hanya diperintahkan untuk membayar uang pesangon, PT. Bank Mega Syariah juga dijatuhi kewajiban untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Dahrul Afandi, Yesi Sepriyanti, Joni Alfandri dan Wilvrizon oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Padang, Kamis (23/6/2016) lalu.

Dalam amar putusan, diantaranya PHI memeritahkan perusahaan untuk memberikan surat pengalaman kerja, surat rekomendasi pencairan dana jaminan hari tua, pengembalian ijazah, dan menetapkan besaran uang paksa apabila perusahaan terlambat atau lalai membayar hak-hak keempat mantan pekerja perusahaan perbankan itu.

“Menghukum Tergugat untuk membayarkan dwangsom (Uang Paksa) sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) perhari, apabila Tergugat terlambat atau lalai membayar hak-hak Penggugat apabila keputusan Pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” tegas Hakim Syukri yang didampingi Masdalena Lubis dan Jamaris selaku Hakim Anggota saat membacakan amar putusan No. 3, 5, 7 dan 8/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pdg.

PHI mengkualifikasikan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan PT. Bank Mega Syariah adalah dengan alasan efisiensi, sehingga perhitungan pembayaran uang pesangon dikalikan 2 (dua) dari ketentuan Pasal 156 ayat (2) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, disertai dengan uang cuti tahunan yang belum gugur di tahun 2015. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of