Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.675

MA: Aktif Memperjuangkan Hak Anggota, PHK Pengurus Serikat Batal Demi Hukum

Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)
Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)

Jakarta | Akhirnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Presiden Direktur PT. Dayani Garment Indonesia, Sobron Hadie terhadap Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung No. 166/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg, tanggal 5 Januari 2016. “Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi,” ujar Hakim Agung Yulius.

Dalam putusannya, PHI telah menetapkan hak-hak Dwi Ningsih selama tidak dipekerjakan sejak Nopember 2014, serta memerintahkan agar segera dipekerjakan kembali. Sebab, perusahaan dianggap tidak tepat dalam memutuskan hubungan kerja dengan Dwi Ningsih. Selain karena Dwi berstatus sebagai Sekretaris serikat pekerja yang berada di perusahaan, juga karena aktif membela dan memperjuangkan pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak.

Demikian pula penilaian MA, dalam pertimbangan hukumnya pada Putusan bernomor 285 K/Pdt.Sus-PHI/2016 dinyatakan, “Menimbang, bahwa pekerja adalah pengurus Serikat Pekerja dan aktif memperjuangkan hak-hak pekerja yang akan di PHK, maka tepat terhadap pekerja tidak dapat dikenakan saksi pemutusan hubungan kerja karena bertentangan dengan Pasal 28 Undang-Undang No. 21 Tahun 2000,” tegas Yulius, Rabu (18/5/2016) lalu.

Terhadap pertimbangan tersebut, MA berkesimpulan bahwa pemutusan hubungan kerja batal demi hukum, dan perusahaan yang berada di Jl. Narogong, Kota Bekasi itu, wajib mempekerjakan kembali Dwi Ningsih, berdasarkan ketentuan Pasal 153 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003. Lebih lanjut Yulius menyatakan, “Bahwa pekerja telah menyatakan bersedia melakukan pekerjaaan dan telah pula hadir ditempat kerja, maka berhak atas upah setiap bulannya”. (HAF)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of