Sabtu, 19 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
867

Panggilan Kerja Melalui Pengumuman, MA: Tak Penuhi Syarat

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Jakarta | Keberatan yang diajukan oleh PT. Gazalba Nurida Shab dalam permohonan kasasi yang diajukannya, ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Penolakan tersebut, lantaran kualifikasi mangkir (tidak bekerja) akibat mogok kerja yang dituduhkan terhadap M. Amirullah, dkk (14 orang) tidak memenuhi syarat.

“Bahwa para Termohon Kasasi tidak dapat dikualifikasikan mengundurkan diri, karena pemanggilan masuk kerja kembali atas kemangkiran tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana ditentukan dalam penjelasan Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yaitu secara patut dan tertulis, ternyata hanya melalui pengumuman,” ujar Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution, Selasa (26/7/2016) lalu.

Terhadap pertimbangan hukum tersebut, MA sependapat dengan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda No. 4/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Smr tanggal 17 Juni 2015. Dalam amarnya, PHI telah menghukum perusahaan yang berlokasi di Jl. Sultan Hasanudin, Muara Badak, Kutai Kertanegara itu, untuk membayar ganti rugi kepada masing-masing pekerja sebesar Rp.24,8 juta.

“Bahwa karena para Termohon Kasasi terikat perjanjian kerja waktu tertentu, maka pengakhiran hubungan kerja oleh Pemohon Kasasi harus membayar ganti rugi, berupa upah sampai dengan berakhirnya jangka waktu perjanjian sesuai dengan ketentuan Pasal 62 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003, sebagaimana telah benar diperhitungkan Judex Facti,” tegas Mahdi membacakan pertimbangan hukum dalam perkara No. 523 K/Pdt.Sus-PHI/2016.

Untuk diketahui, ketidakhadiran Amirullah dan kawan-kawannya untuk bekerja seperti biasa, adalah akibat dari mogok kerja yang dilakukannya sejak tanggal 11, 12 dan 13 September 2014, karena menuntut pembayaran upah sesuai dengan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Kutai Kartanegara. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of