Selasa, 16 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
521

KSBSI Ajak Buruh Fahami Perubahan Iklim Dari Sisi Ketenagakerjaan

KSBSI Sumatera Utara langsungkan Workshop SDG’s.
KSBSI Sumatera Utara langsungkan Workshop SDG’s.
KSBSI Sumatera Utara langsungkan Workshop SDG’s.

Medan | Krisis pangan telah menyerang dunia dan mulai berpengaruh ke Indonesia seperti krisis air bersih, maraknya bencana alam, tendensi perubahan iklim yang berpengaruh cukup luas pada berbagai aspek termasuk ketenagakerjaan mulai dijadikan perhatian khusus bagi Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) sejak beberapa tahun terakhir. Hal tersebut berkaitan erat dengan SDG’s (Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang menjadi agenda global saat ini, sebagai lanjutan MDGs yang telah berakhir tahun 2015 lalu.

Indonesia belum tuntas menyiapkan peta jalan SDGs ini sejak diluncurkan PBB baru-baru ini. Hal tersebut, menjadi latar belakang KSBSI memprakarsai pemikiran, bagaimana buruh melalui serikat buruh berkontribusi menyiapkan sikap dan membawa SDGs sebagai issu penting. Dalam hal ini 3 perhatian utama yang diprioritaskan adalah goal 5 (Kesetaraan Gender), Goal 8 (Pekerjaan Layak) dan Goal 13 (Aksi Perubahan Iklim).

Sebagai bentuk penyaringan ide dari basis, KSBSI menyelenggarakan workshop khusus tentang Perubahan Iklim yang menghadirkan pemimpin buruh dari 3 propinsi berbeda, yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Aceh. Tim dari Jakarta diwakili Maria Emeninta, yang bertanggungjawab terhadap pogram Perubahan Iklim.

Ketua  Korwil KSBSI Sumatera Utara, Tobasan Siregar membuka workshop tiga hari, sejak 5-7 Oktober 2016, yang bertempat di Hotel Labana, Medan itu, menyampaikan pentingnya berbagi ide dan pengetahuan oleh perwakilan wilayah  yang berbeda, untuk melihat perbedaan perkembangan dan saling memberi masukan, tuturnya. 

Kesempatan  yang sama, Ketua  Korwil  KSBSI Aceh dan Kepulauan Riau, menambahkan reklamasi air, hutan dan tanah telah membawa perubahan cukup signifikan bagi perburuhan. Sementara. Dana Prima Tarigan selaku Direktur Eksekutif WALHI dalam paparannya, mengupas keterkaitan mitigasi dan adaptasi, serta bagaimana masyarakat dan pemerintah bersama-sama mengaplikasikannya secara praktis agar dapat bermanfaat penuh.

Workshop yang dihadiri 28 peserta tersebut, adalah merupakan sebuah langkah maju bagi Serikat Buruh di saat pemerintah masih sedang berbenah, agar perubahan iklim tidak semakin buruk di negara tercinta Indonesia. Upaya tersebut akan lebih efektif, apabila dimulai dari scope terkecil, pribadi-pribadi dan keluarga, prinsip hemat energi dan peduli menjaga bumi untuk generasi masa depan, akan menjadi budaya penting.

 *) diberitakan oleh Paraduan Pakpahan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of