Selasa, 16 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
4.386

Depekab Bogor Sepakati Upah Sektor Padat Karya Dibawah UMK

Minta Naik Upah, Ribuan Buruh Tongkrongin Dinsosnakertrans. (foto: publikbogor.id)
Minta Naik Upah, Ribuan Buruh Tongkrongin Dinsosnakertrans. (foto: publikbogor.id)
Minta Naik Upah, Ribuan Buruh Tongkrongin Dinsosnakertrans. (foto: publikbogor.id)

Bogor | Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Bogor, Senin (14/11) kemarin sepakat ajukan besaran upah minimum kabupaten (UMK) Bogor tahun 2017 adalah sebesar 9,5% atau setara dengan Rp.281 ribu perbulan. Dalam rapat yang dipimpin oleh Adang Suptandar, Ketua Depekab Bogor, penetapan besaran UMK telah melalui uji lapangan ke Depok dan Karawang, serta melakukan survei ke empat pasar besar di Kab. Bogor.

Adang mengatakan, hasil rapat Depekab akan segera disampaikan ke Bupati Bogor untuk diteruskan ke Gubernur Jawa Barat. Sedangkan untuk besarannya, UMK 2017 direkomendasikan sebesar Rp.3,241 ribu perbulan. Selain itu juga ditetapkan besaran upah minimum sektor satu sebesar Rp.3,565 ribu, sektor dua sebesar Rp.3,727 ribu, sektor tiga sebesar Rp.3,889 ribu, dan sektor padat karya sebesar Rp.2,8 juta perbulan, urai Adang.

Meski ditengah unjuk rasa ribuan para buruh, rapat yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, diantaranya Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Bogor, Iyous Sudrajat, unsur Pengusaha dan unsur Serikat Pekerja tersebut, berjalan lancar di ruang rapat Dinsosnakertrans, Jl. Bersih No. 2, Cibinong, Bogor.

Terhadap hasil rapat tersebut, para pengunjuk rasa menolak rekomendasi Depekab, terlebih adanya upah sektor padat karya yang jumlahnya ditetapkan dibawah upah minimum kabupaten (UMK). Mereka mengancam akan mendatangi Gubernur Jawa Barat di Bandung, pada 18 Nopember mendatang, untuk menetapkan besaran UMK Bogor tahun 2017 sebesar Rp.3,6 juta perbulan. (YUL)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of